Gaya Baru Kuras ATM
- www.pixabay.com/jarmoluk
VIVA – Aksi kejahatan membobol uang di anjungan tunai mandiri (ATM) terus berkembang. Perbankan memang memiliki sistem keamanan untuk melindungi jaringan ATM mereka, namun penjahat siber atau peretas tak hilang akal.Â
Semakin kuat keamanan jaringan mesin ATM, peretas tak mau kalah. Mereka bisa dibilang punya ‘seribu’ cara untuk mengakali sistem dan mesin ATM, demi mendapatkan uang dengan instan. Mereka menelurkan cara baru dalam membobol mesin ATM.
Teranyar muncul cara baru menguras uang di ATM yang disebut jackpotting. Awal tahun ini, pemerintah Amerika Serikat lewat beberapa lembaga seperti, FBI, CIA, dan Secret Service mengingatkan jackpotting telah masuk ke AS.Â
Dikutip dari Reuters, Diebold Nixdorf Inc dan NCR Corp, dua perusahaan terbesar produsen ATM dunia mengingatkan, kelompok kriminal siber sedang menargetkan mesin transaksi bank atau ATM Amerika Serikat dengan menggunakan teknik jackpotting.
Mereka sudah mengingatkan kepada para kliennya agar berhati-hati dengan potensi ancaman tersebut. Mereka mengingatkan, jackpotting menjadi ‘hantu" menakutkan bagi perusahaan yang bergerak di bidang ATM dan terkait.
Sementara itu, surat rahasia yang bocor dari Secret Service Amerika Serikat menyatakan, jackpotting menargetkan ATM yang berada di apotek dan gerai-gerai farmasi, big box ritel, dan ATM jenis drive-thru.
Dilihat dari riwayat, menurut juru bicara Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Anton Setiyawan, serangan jackpotting sejatinya sudah diperkenalkan dalam konferensi Black Hat pada 2010. Namun, belakangan kasus jackpotting ini ramai dan muncul akhir-akhir ini.
Anton menuturkan, sistem operasi Windows XP pada mesin ATM terdapat banyak celah yang bisa dieksploitasi oleh penjahat siber.
Bicara metode penyerangan, jackpotting ini memanfaatkan kelemahan jaringan keamanan dari mesin ATM. Dalam menjalankan aksi jackpotting, peretas harus menanamkan malware ke mesin ATM. Untuk hal ini bisa dilakukan secara fisik mendatangi mesin ATM maupun secara jarak jauh dengan kendali online.Â
Untuk menanamkan malware ke mesin ATM secara fisik, peretas memanfaatkan USB port yang ada atau bagian mesin ATM, untuk menyelundupkan malware. Begitu bisa menanamkan malware ke mesin ATM, maka aksi peretas untuk mengeruk uang sudah setengah jalan.Â