Gaya Baru Kuras ATM
- www.pixabay.com/jarmoluk
Kaspersky menuliskan, Cutlet Maker diperjualbelikan sejak 27 Maret 2017, namun saat para peneliti menyelidikinya lebih jauh, sampel yang paling awal sebenarnya telah terdeteksi beredar oleh komunitas keamanan sejak Juni 2016. Pada saat itu sampel diserahkan ke layanan publik multi-scanner dari Ukraina, namun kemudian ada juga pengiriman dari negara lainnya.
Masalah ATM Indonesia
Nilai kerugian yang diderita dalam kasus pembobolan mesin ATM sangatlah besar. Pada Juli 2016 saja, sekelompok peretas sukses mencuri uang dari mesin ATM lebih dari US$2 juta di Taiwan. Kerugian ini adalah cermin potensi yang bisa merusak reputasi perbankan di mata nasabah.Â
Maka mau tak mau, perbankan perlu sigap merespons kasus ini dan memastikan keamanan jaringan mesin ATM mereka.Â
Masalahnya mesin ATM di Indonesia menyimpan pekerjaan rumah yang besar. Pratama menjelaskan, selain jackpotting, masih ada pekerjaan rumah lama yang belum selesai, yaitu pemakaian Windows XP pada sebagian besar mesin ATM di Tanah Air. Menurut Pratama, ini berbahaya karena bisa meningkatkan risiko kebobolan pada mesin ATM.Â
Sistem operasi Windows XP dinilai sudah usang, dan minim dukungan dari Microsoft. Pratama menaksir sebagian besar ATM di Indonesia, kemungkinan sekitar 85 persen masih menggunakan Windows XP.Â
Untuk itu, Pratama khawatir, jackpotting ini mewabah di Indonesia jika tidak ada langkah antisipasi yang serius dari seluruh ekosistem keamanan internet di Tanah Air.
“Kami pasti berharap jackpotting tidak ada di Tanah Air, namun dengan akses internet yang mudah, teknologi ini akan cepat menyebar," katanya.Â
Sebagai solusi, menurut pria kelahiran Cepu, Jawa Tengah itu, perbankan harus meningkatkan keamanan fisik ATM, melakukan penambalan sistem operasi yang dipakai di mesin ATM mereka. Dia menyarankan perbankan mengganti semua mesin ATM yang masih memakai Windows XP dengan sistem operasi baru yang didukung update, supaya menutup celah keamanan dalam sistem operasi.Â
Senada, Anton juga mengatakan perbankan dan pihak yang terlibat dalam pengelolaan ATM harus mengambil langkah pencegahan, sebab reputasi mereka di mata nasabah dipertaruhkan.
Pakar forensik digital, Ruby Alamsyah, juga menyoroti soal sistem operasi yang dipakai mesin ATM. Dia mengatakan perbankan harus memastikan sistem operasi serta aplikasi ATM-nya tidak terdapat celah keamanan untuk dimasuki malware atau virus jackpotting.Â