Misteri Raibnya Uang Nasabah BRI
- ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani
Kemudian, dugaan yang kedua, lanjut Barung adalah peretasan sistem informasi teknologi yang ada di BRI, sehingga data nasabah dikendalikan oleh oknum tidak bertanggung jawab.
![]()
Â
Sedangkan, terkait tindakan skimming pihak Kepolisian terus melakukan penelusuran. Namun, Kapolres Kediri, Erich Hermawan mengakui tindakan tersebut kecil terjadi di wilayahnya.
Erick mengatakan, kecilnya tindakan skimming di Kediri berdasarkan penjelasan Inspektorat Kantor Wilayah BRI Malang, di mana untuk wilayah BRI Kediri dipastikan bersih dari potensi skimming.
"Inspektorat BRI menyampaikan ke kami tiap enam bulan sekali melakukan pengecekan dan pemeriksaan," kata Erich.
Selain itu, lanjut dia, skimming juga potensinya kecil karena nominal uang korban yang hilang tergolong kecil, antara Rp500 ribu hingga Rp10 juta. Korban juga masif dan hanya terjadi di Ngadiluwih.
"Kalau skimming biasanya nominal uangnya besar yang ditarik pelaku. Misalnya, saldo terakhir sepuluh juta, ditarik pelaku sembilan juta. Ini tidak, cuma ratusan ribu," ucap dia.
BRI Harus Tanggung Jawab
Hilangnya sejumlah uang nasabah BRI di Kediri Jawa Timur, langsung ditanggapi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Bahkan, OJK minta BRI untuk menjelaskan secara detail apa yang terjadi dalam sistemnya saat ini.
Kepala Perlindungan Konsumen OJK, Anto Prabowo mengatakan, hilangnya uang nasabah pada kasus BRI tentu harus bisa dijelaskan perbankan secara detail. Dan bila terbukti ada kasus skimming BRI tentu harus bertanggung jawab.
Selain itu, OJK berharap pada nasabah untuk terus menanyakan rekeningnya kepada BRI. Dan BRI tentunya harus bisa terus melakukan edukasi ke masyarakat terkait sistem di perbankannya.
"Bila benar ada skimming ya harus ditanyakan ke BRI, apa yang sudah dilakukan, ini kan BRI yang harus tanggung jawab. Jadi benar salah ya banknya perlu jelaskan," kata Anto saat dihubungi VIVA.
Sementara itu, terkait kasus tersebut OJK tentu masih menunggu hasil dari investigasi. Bila nanti BRI ternyata miliki kesalahan sistem maka OJK akan minta segera di benahi.
"Begitu pula kalau itu memang ada ketidaktahuan masyarakat ya masyarakatnya diberi tahu di edukasi oleh OJK. Dan soal yang tanggung jawab uang nasabah tentu BRI nanti yang menjawab," ujarnya.