Cacing dalam Sarden, Bahaya atau Tidak
![]()
Sementara itu, pakar gizi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof. Dr. Ir. H. Hardinsyah, MS ketika dimintai keterangan terkait ditemukannya Anisakis sp. pada produk makanan kaleng, menyatakan bahwa ia belum tahu persis efek yang mungkin ditimbulkan jenis cacing tersebut apabila sampai termakan.
Namun, ia menyatakan jika cacing ditemukan dalam keadaan mati, berarti sudah tidak dapat menyebabkan infeksi. Apalagi makanan tersebut telah melalui prosedur pengolahan yang memanfaatkan suhu tinggi.
"Saya belum tahu persis efek dari cacing Anisakis sp. itu. Tapi itu bisa saja (ada dalam kaleng) apakah ada dalam skala besar, ada yang tidak merata kena panas, harusnya sih kalau kena panas sudah baik, apalagi dengan pressure cooker. Kalau mati berarti sudah tidak menyebabkan infeksi, ya," kata Prof. Hardinsyah pada VIVA.
![]()
Meski cacing telah lumpuh dan tidak mampu menimbulkan infeksi, dikatakan Prof. Hardinsyah bahwa jika sampai ditemukan parasit dalam makanan, artinya proses pengolahannya tidak layak. "Berarti hanya masalah jijik saja. Secara persyaratan enggak memenuhi syarat. Tapi kalau cacing kalau sudah mati apalagi dengan suhu panas, sama saja kita kayak makan ulat yang bisa dimakan, hanya jijik saja dan tidak memenuhi standar mutu," ujar Prof. Hardinsyah yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PERGIZI PANGAN Indonesia.
Adanya kemungkinan bahwa makanan yang berasal dari laut berpotensi tercemar Anisakis sp. juga dibenarkan Prof. Hardinsyah. Namun, perlu jeli melihat di mana cacing tersebut ditemukan. "Tergantung ditemukannya di mana, kalau di kuah 'kan berarti dari luar tubuh ikan. Kalau di tubuh ikan, ulat (cacing) yang ada di perut ikan (berada di) tubuh ikan."
Tercemarnya makanan oleh cacing juga dapat diakibatkan oleh lemahnya higienitas dalam proses pengolahan. Terutama saat mencuci. “Itu dari tidak bersih waktu nyuci ikannya terus dimasak. Ya, karena misal dia katakan telur. Kalau dia dari telur, waktu dipanaskan akan mati atau kalau ada bagian pojok daging yang tidak merata panasnya itu bisa jadi. Tapi umumnya ikan itu merata panasnya, apalagi melalui pressure cooker.”