Tumpas Teror OPM
- Dokumentasi TPNPB
Korban dibunuh di tengah keramaian warga sipil di dalam Pasar Sinak. Dan yang paling kejamnya, OPM menembak kepala Pratu Sandi dari arah belakang dalam jarak dekat, hingga korban langsung tewas di lokasi.
Ketika peristiwa ini terjadi, korban sedang berbelanja kebutuhan pokok. Setelah tewas, OPM merampas senjata korban.
"Komando Tentara Nasional Pembebasan Organisasi Papua Barat bertanggung jawab atas penembakan hari ini terhadap anggota TNI di Sinak," ujar Juru Bicara OPM Sebby Sembon dari Vanimo Papua Nugini melalui pesan elektroniknya, Senin, 12 Februari 2018.
"Saat itu, korban berpisah dari rekannya, karena belanja kebutuhan pribadi. Saat sendirian, sekitar lima orang menyerang dan menembaknya," kata Juru Bicara Kodam XVII Cenderawasih, Kolonel M. Aidi.
Baca: Mayjen Lek Paksa TNI Tunduk Aturan Perang Ala OPM
![]()
Apa yang dilakukan OPM sudah bukan kasus kriminal biasa, nyawa siapapun bisa melayang dengan mudahnya di tanah Papua. Jangankan sipil, prajurit terlatih dan bersenjata saja terancam.
Dengan kasus-kasus pembunuhan ini, jika memang OPM memang menyatakan sedang berperang, maka yang berlaku sesuai hukum perang internasional, maka warga sipil tidaklah menjadi korban. Menurut konvensi Jenewa, tindakan OPM itu merupakan sebuah kejahatan perang. Sebab, OPM sudah melakukan pembunuhan terhadap sipil.
Ultimatum perang yang dilontarkan Kepala Staf Operasi TPNPB OPM, Mayor Jenderal G.Lekkagak Telenggen, di Markas Kimagi, Distrik Yambi, Puncakjaya, Papua, kepada Indonesia, TNI dan Polri, sudah harus disikapi dan ditindak secara serius.
Apalagi, Menteri Pertahanan dan Keamanan, Riyamizard Ryacudu, sudah juga menjawab ultimatum OPM itu, dengan menyebut bahwa siap meladeni tantangan perang OPM.
"Dia jual kita beli. Itu saja," kata Ryamizard di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, Jakarta Timur, Kamis 29 Maret 2018.
"Saya kira seruan Pak Menhan untuk memberantas separatisme yang selama ini mengganggu kedaulatan kita itu memang harus disikapi secara serius," kata Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Hanafi Rais di gedung DPR RI, Jakarta, di hari yang sama.
Keberadaan OPM sudah sangat nyata dan membahayakan jiwa warga sipil. Cukup banyak senjata api berada di tangan mereka, dari mulai yang standar sampai yang canggih. Seperti senjata jenis AK 47, M1, M14, SS1 hingga senjata modern jenis senapan serbu mesin Steyr AUG buatan Australia.