Meregang Nyawa di Sumur Minyak Ilegal

Kebakaran sumur minyak illegal di Desa Pasi Puteh, Rantoe Peureulak, Aceh Timur
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Rahmad

Wisnu menambahkan, sumber daya alam migas bukan untuk dinikmati oleh oknum-oknum tertentu, tetapi merupakan milik negara yang diusahakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat Indonesia.

img_title Laporkan Mafia Tambang Minyak Ilegal di Blora, Korban Minta Di-backup Prabowo

SKK Migas berharap pihak berwajib dapat menindak tegas pelaku penambangan minyak liar ini. Selain itu, masyarakat diharapkan membantu menyebarkan pemahaman bahwa kegiatan ini bertentangan dengan hukum dan membahayakan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Diusut Polisi

img_title Kebakaran Sumur Minyak Ilegal di Blora Tewaskan 4 Orang, Polisi Periksa 18 Saksi

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Polisi Setyo Wasisto menyebutkan, polisi akan mendatangkan ahli dari Pertamina untuk membantu menyelidiki kebakaran di lokasi pengeboran sumur minyak ilegal, di Desa Pasir Putih, Kecamatan Ranto Pereulak, Aceh Timur, Aceh.

Ia menegaskan, sumur yang terbakar itu bukan milik Pertamina. Sumur itu dipastikan ilegal. Karena sumur ini mirip seperti sumur di daerah Blora, Cepu yang operasinya ditarik orang dengan tali supaya keluar minyaknya.

img_title Tragedi Kebakaran di Blora, Kades: Ada 60 Sumur Minyak Milik Warga

Setyo mengemukakan, kebakaran yang terjadi di sumur ilegal itu merupakan pelajaran bagi masyarakat mengapa pemerintah melarang pengeboran sumur minyak secara ilegal.

"Ini dilematis bagi pemerintah, kalau dilarang nanti dibilang pemerintah terlalu keras, padahal ini membahayakan. Pemerintah melarang itu pasti ada alasannya karena berbahaya. Padahal kalau namanya minyak itu, safety nomor satu. Di situ tidak boleh ada gesekan," ujarnya.

Saat ini, polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran. "Banyak orang di situ mungkin ada yang merokok. Namanya juga di kampung, pasti berebutan minyak jadi ramai gitu," ujarnya.

Adapun untuk para saksi, Setyo mengungkapkan, masih alami kesulitan sebab hampir seluruhnya juga menjadi korban atas peristiwa tersebut. Saat ini mereka masih di rawat di rumah sakit.

Bahkan, lanjut dia, polisi juga belum bisa menyimpulkan terkait kejadian itu, apakah ada tindak pidana atau tidak. "Nanti kami lihat apakah terkait dengan hukum," katanya.

Wisata Penambangan Minyak Rakyat Wonocolo

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, untuk mengusut secara tegas dan menutup sumur-sumur ilegal tersebut, SKK Migas menilai tak bisa dilakukan secara represif oleh para penegak hukum.

Kepala SKK Migas, Amien Sunaryadi mengatakan, sulitnya menutup sumur ilegal tersebut dengan tegas karena berurusan dengan kebutuhan perut masyarakat.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut