Membendung Ritual Kenaikan Harga Saat Ramadan
- ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Baca juga: Mendag: Harga Bahan Pokok Turun, Kecuali Ayam dan TelurÂ
Pelototi pedagang
Sejumlah langkah dan berbagai aturan pun dibuat dan diterapkan pemerintah untuk membendung kenaikan harga tersebut. Mulai dari penetapan HET, hingga penguatan koordinasi satgas pangan untuk memastikan tidak ada spekulan-spekulan dagang yang memanfaatkan momentum ini.Â
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengungkapkan, barang-barang yang telah diputuskan akan diintervensi di antaranya beras, daging, daging ayam dan telur, minyak, dan gula. Sanksi tegas mulai dari izin dagang hingga distribusi pun bisa dicabut apabilla pedagang melanggar.
Tidak hanya dari sisi aturan, Enggar pun bahkan melarang stafnya untuk libur jelang Idul Fitri 2018."Seluruh pejabat di Kementerian Perdagangan tidak boleh libur kecuali Salat Ied," kata Enggar diSemarang, Rabu, 16 Mei 2018.
Baca juga: Importir Daging Jual di Atas Harga Ketentuan akan Dicoret
Ia menginginkan agar harga bahan pokok di seluruh daerah terjaga stabil sesuai aturan yang ditetapkan. Guna memastikan hal itu, seluruh pejabat diminta untuk melakukan operasi pasar secara rutin di pasar tradisional maupun ritel modern.
"Saya perintahkan 15 hari jelang Lebaran, 200 staf kementerian harus turun ke pasar. Tentunya bersama satgas," ujarnya.
![]()
Tim Satgas Pangan sedang melakukan inspeksi ke pasar
Sedangkan untuk stok barang, Enggar memastikan bahwa hingga menjelang maupun sesudah bulan puasa dan lebaran, ketersediaannya sudah diperhitungkan sehingga tidak akan terjadi kekurangan ketersediaan barang.
"Kami sudah sampaikan melalui surat ke dinas-dinas daerah. Kalau mereka membutuhkan stoknya silahkan menghubungi Bulog dan dirjen perdagangan dalam negeri," tambahnya.Â
Senada dengan Enggar, Menteri Pertanian, Amran Sulaiman mengungkapkan, untuk stok puasa dan Lebaran 2018 ini, lebih stabil. Sebab dari sisi produksi suplai untuk masyarakat tercukupi.Â
Baca juga: Kemendag Minta Ritel Modern Jual Bahan Pangan Sesuai HET
Namun dia menegaskan ada beberapa daerah, yang memang perlu diwaspadai gejolak harganya. Sehingga, nantinya operasi pasar akan dilakukan lebih intensif di daerah-daerah tersebut.
"Seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Medan, Lampung, Sumatera Selatan, ini harus kita jaga, ada delapan provinsi yang harus kita jaga, tapi khususnya Jakarta menjadi barometer," ungkapnya usai melaporkan kesiapan ramadan kepada Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu.Â