Membendung Ritual Kenaikan Harga Saat Ramadan

Pedagang telur ayam.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Baca juga: Mendag: Harga Bahan Pokok Turun, Kecuali Ayam dan Telur 

img_title Jelang Idul Adha, Satgas Pangan Polri Temukan Harga Cabai Meningkat

Pelototi pedagang

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sejumlah langkah dan berbagai aturan pun dibuat dan diterapkan pemerintah untuk membendung kenaikan harga tersebut. Mulai dari penetapan HET, hingga penguatan koordinasi satgas pangan untuk memastikan tidak ada spekulan-spekulan dagang yang memanfaatkan momentum ini. 

img_title Jelang Lebaran Idul Adha, Jokowi Pantau Harga Bahan Pokok di Pasar Senggol Dumai

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengungkapkan, barang-barang yang telah diputuskan akan diintervensi di antaranya beras, daging, daging ayam dan telur, minyak, dan gula. Sanksi tegas mulai dari izin dagang hingga distribusi pun bisa dicabut apabilla pedagang melanggar.

Tidak hanya dari sisi aturan, Enggar pun bahkan melarang stafnya untuk libur jelang Idul Fitri 2018."Seluruh pejabat di Kementerian Perdagangan tidak boleh libur kecuali Salat Ied," kata Enggar diSemarang, Rabu, 16 Mei 2018.

img_title Daftar Harga Pangan 15 Januari 2024: Bawang Putih hingga Gula Naik

Baca juga: Importir Daging Jual di Atas Harga Ketentuan akan Dicoret

Ia menginginkan agar harga bahan pokok di seluruh daerah terjaga stabil sesuai aturan yang ditetapkan. Guna memastikan hal itu, seluruh pejabat diminta untuk melakukan operasi pasar secara rutin di pasar tradisional maupun ritel modern.

"Saya perintahkan 15 hari jelang Lebaran, 200 staf kementerian harus turun ke pasar. Tentunya bersama satgas," ujarnya.

Tim Satgas Pangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) makanan dan minuman di sejumlah pusat perbelajaan di Tasikmalaya

Tim Satgas Pangan sedang melakukan inspeksi ke pasar

Sedangkan untuk stok barang, Enggar memastikan bahwa hingga menjelang maupun sesudah bulan puasa dan lebaran, ketersediaannya sudah diperhitungkan sehingga tidak akan terjadi kekurangan ketersediaan barang.

"Kami sudah sampaikan melalui surat ke dinas-dinas daerah. Kalau mereka membutuhkan stoknya silahkan menghubungi Bulog dan dirjen perdagangan dalam negeri," tambahnya. 

Senada dengan Enggar, Menteri Pertanian, Amran Sulaiman mengungkapkan, untuk stok puasa dan Lebaran 2018 ini, lebih stabil. Sebab dari sisi produksi suplai untuk masyarakat tercukupi. 

Baca juga: Kemendag Minta Ritel Modern Jual Bahan Pangan Sesuai HET

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun dia menegaskan ada beberapa daerah, yang memang perlu diwaspadai gejolak harganya. Sehingga, nantinya operasi pasar akan dilakukan lebih intensif di daerah-daerah tersebut.

"Seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Medan, Lampung, Sumatera Selatan, ini harus kita jaga, ada delapan provinsi yang harus kita jaga, tapi khususnya Jakarta menjadi barometer," ungkapnya usai melaporkan kesiapan ramadan kepada Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut