Predikat Terbaik untuk Soeharto
- Office of the Vice President of the Republic of Indonesia
"Jauh sekali, tidak bisa disamakan. Antara Pak Harto dengan anak-anaknya," ujarnya.
Untuk masalah ini, Qodari menggambarkan kemenangan Mahathir Mohamad di Malaysia. Dia meyakinkan bila anaknya yang maju belum tentu meraih kemenangan.
"Kalau Pak Harto masih hidup, mungkin bisa mengalahkan Jokowi atau Prabowo," kelakar Qodari.
Qodari menuturkan anak-anak Soeharto seperti Tommy, Tutut, belum memiliki kemampuan yang setara dengan Soeharto. Begitu pula dengan kontribusi dan perjuangannya.
Situasi tersebut sebetulnya sama dengan anak-anak dari Bung Karno. Beberapa di antara mereka juga mendirikan partai tetapi gagal seperti Rachmawati Soekarnoputri atau Sukmawati Soekarnoputri. Hanya Megawati Soekarnoputri yang berhasil. Qodari mempunyai penjelasan tersendiri mengenai hal itu.
"Megawati menjadi simbol perlawanan terhadap rezim Orde Baru. Simbolisasi seperti itu belum terjadi pada Tommy dan Tutut. Memang tidak bisa otomatis, harus berproses. Mega dulu menjadi pihak yang teraniaya," kata Qodari.
Bahkan, Qodari berpendapat Mega bisa menjadi besar bukan karena dia anak Soekarno. Meskipun faktor tersebut kemudian menjadi penguat ketika dia sudah menjadi simbol perlawanan rezim yang saat itu berkuasa.
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah tidak mempersoalkan survei Indo Barometer tersebut. Dia menyebut survei itu tidak berarti Soeharto presiden paling baik. Menurutnya, orang hanya melihat dari sisi kerja yang jelas saja.
"Pak Harto 32 tahun ia membangun institusi, pastilah institusinya sampai sekarang masih ada. Pastilah orang anggap dia yang paling sukses, enggak ada masalah itu," kata dia.
Mengenai pemerintahan Soeharto yang akhirnya gagal, Fahri melihat karena ada masalah yang tidak diselesaikan. Namun, dia menilai masyarakat tidak boleh bertepuk tangan karena kekurangan tersebut.
![]()
Sementara itu, kolega Fahri, Fadli Zon mengaku sependapat dengan hasil survei Indo Barometer terkait Soeharto itu. Menurutnya, Soeharto memang presiden paling berhasil, indikator-indikatornya jelas.
Politikus Partai Gerindra ini menyebut dari sisi ekonomi, Soeharto berhasil menurunkan kemiskinan. Fadli juga menyebut Soeharto berhasil dari sisi stabilitas nasional.
"Jadi angka kemiskinan, pengangguran, dengan trilogi pembangunan, pertumbuhan pemerataan dan stabilitas nasional, saya kira Orde Baru banyak berhasil," ujar Fadli.