Predikat Terbaik untuk Soeharto

Sorot 20 tahun Reformasi - Presiden Soeharto saat mengundurkan diri pada 21 Mei 1998.
Sumber :
  • Office of the Vice President of the Republic of Indonesia

Terkait kekurangannya, Fadli tak menampik adanya persoalan kebebasan berpolitik dan berpendapat di era Soeharto. Namun, terkait korupsi, dia menilai korupsi saat ini lebih dahsyat dari era Orde Baru.

img_title Dilaporkan ke Polisi karena Ucapan 'Soeharto Bunuh Jutaan Rakyat', Ribka Tjiptaning Beri Respons Menohok

"Tentu ada korupsi, ada kolusi, nepotisme, tapi sekarang juga lebih dahsyat kok dari zaman itu. Korupsi, kolusi, nepotisme lebih dahsyat," kata Fadli yang juga Wakil Ketua DPR tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tidak imbang

img_title Singgung Ucapan Gus Dur, Gelar Pahlawan Soeharto Dinilai Sudah Lewati Banyak Pertimbangan

Terkait masalah ini, Kepala Bidang Advokasi Kontras Putri Kanesia menyoroti setidaknya tiga hal. Pertama, metode survei, dan siapa respondennya. Kedua, metode pertanyaan seperti apa yang diajukan sehingga sampai pada kesimpulan seperti itu. Dan ketiga soal kepemimpinan Soeharto sendiri.

"Ini sebenarnya agak tricky, agak sulit membandingkan sosok Soeharto sebagai presiden dengan presiden lainnya," kata Putri saat dihubungi VIVA, Selasa, 22 Mei 2018.

img_title Begini Cara Golkar Rayakan HUT ke-61 dan Ungkap Syukur Gelar Pahlawan Soeharto

Putri menuturkan Soeharto memimpin paling lama dibanding presiden-presiden berikutnya. Karena itu, untuk mewujudkan keberhasilannya atau ketika ada masalah, dia bisa menyelesaikan masalah itu dengan lebih baik.

"Lebih punya banyak kesempatan dibanding presiden lain yang hanya satu atau dua periode. Jadi agak sulit compare-nya. Ini sesuatu yang enggak bisa dibandingkan karena enggak imbang," kata dia lagi.

Kemudian di bidang ekonomi, Putri berpendapat Soeharto punya banyak pencapaian. Tapi semua itu dilakukan dengan durasi yang lama.

"Dia rezimnya berbeda dengan rezim setelah Soeharto. Rezim Soeharto otoritarian, dengan kekuasaan yang dia punya 32 tahun segala hal bisa dikontrol pemerintahan. Tentu saja akan sangat beda dengan sekarang," lanjutnya.

Di luar ekonomi, Putri melihat Soeharto memiliki banyak kekurangan. Misalnya pada sisi Hak Asasi Manusia. Selama kekuasaannya, dia melihat banyak kasus yang terjadi. Mulai tragedi 65, ada jutaan orang jadi korban. Lalu Petrus 81 sampai 85, peristiwa Tanjung Priok 84 dan penculikan aktivis pada 97-98.

"Mungkin dalam ekonomi ini keberhasilan tapi di sisi lain ini jauh berbanding dengan keberhasilan," tuturnya.

Kuburan massal korban tragedi 1965 di Semarang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

(Kuburan massal korban tragedi 65 di Semarang).

Putri mengingatkan pemerintahan tidak bisa dikatakan berhasil hanya karena satu faktor. Soeharto bisa disebut berhasil bila kesuksesan di bidang ekonomi ditunjang keberhasilan di bidang-bidang yang lain.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut