Menyelamatkan Malaysia dari Utang
- REUTERS
Menteri Keuangan Malaysia, Lim Guan Eng mengakui 'data merah' terkait besaran utang nasional itu hanya bisa diakses oleh pihak-pihak tertentu. Hal ini telah menghambat pejabat dan auditor untuk mengecek tanggung jawab pemerintah.
"Jelas bahwa pemerintah sebelumnya menyesatkan publik atas isu-isu panas, seperti dana negara 1 Malaysia Development Berhad (1MDB), bahkan salah artikan situasi keuangan ke parlemen," jelas Eng.
Ihwal skandal korupsi dana 1 MDB yang melibatkan Najib Razak ini mulai mengemuka sejak 2015 lalu. Komisi Antikorupsi Malaysia, MACC, tengah menyelidiki persekongkolan jahat yang dilakukan Najib terkait dana negara kepada perusahaan 1MDB. Najib sudah dicegah ke luar negeri terkait kasus itu.
Wajar, jika PM Mahathir menempatkan penanganan utang Malaysia ini sebagai prioritas pemerintah yang dia pimpin. Sebab, utang negara diperkirakan mencapai 1 triliun Ringgit Malaysia itu atau sekitar 80 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Malaysia.
Pria berusia 92 tahun, juga mengungkapkan keyakinan bahwa sebagian uang yang lenyap akibat skandal korupsi 1MDB juga akan bisa dikembalikan untuk mengurangi beban utang negara. Ia meyakini jaksa mampu menemukan bukti skandal korupsi Najib Razak.
Evaluasi Kerjasama China
Sebagai langkah konkrit atas penanganan utang negara, PM Mahathir mengambil sejumlah kebijakan yang tidak populis. Diantaranya dengan memotong gaji para menteri kabinetnya sebanyak 10 persen. Termasuk yang dipotong adalah gaji perdana menteri dan wakil PM.
Kebijakan ini ia sampaikan setelah memimpin sidang kabinet yang pertama sejak resmi menjabat sebagai PM menyusul kemenangan bersejarah oposisi Pakatan Rakyat menggulingkan koalisi pemerintah Barisan Nasional pimpinan Najib Razak.
Langkah ini, dianggap Mahathir sebagai upaya pemerintah yang baru memperhatikan masalah keuangan negara, untuk mengurangi jumlah utang yang diwariskan rezim sebelumnya.
"Ketika saya pertama kali ditunjuk sebagai perdana menteri tahun 1981, hal pertama yang saya lakukan adalah memotong gaji para menteri dan pegawai sipil senior," kata Mahathir, usai memimpin rapat kabinet pertamanya di Putrajaya dikutip dari Channel News Asia, Rabu, 23 Mei 2018.
"Saya diberi tahu bahwa utang negara mencapai satu triliun ringgit (US$251 miliar) ... hari ini kita membahas bagaimana mengurangi utang ini," imbuhnya.