Mobil China Mulai 'Ditakuti'
- VIVA/Jeffry Yanto
DFSK Glory. Foto: Dok VIVA.co.id
"Dengan masuknya Wuling Motors dengan Dongfeng Sokon (DFSK), plus garansi hingga tujuh tahun (untuk merek Sokon) semakin menunjukkan seriusnya mereka dalam menjajaki pasar otomotif Indonesia," kata dia lagi.
Kata Yannes, walau terlihat bakal berkompetisi namun sebenarnya kedua merek China tersebut tidak saling perang. Sebab keduanya ada kepemilikan saham BUMN China.
Jadi tentunya mereka tak akan saling adu. Ini terbukti dari segmentasi pasarnya yang beda. Jika Wuling menyasar segmen mobil keluarga dengan menjual MPV, DFSK justru menyasar segmen individu dengan menjual Glory, sebuah SUV bertabur fitur premium dengan harga murah.
"Apalagi garansi hingga tujuh tahun. Belum pernah ada industri otomotif yang berani seperti Dongfeng," lanjut Yannes.
Pada umumnya masyarakat tidak dimungkinkan mendapat fitur-fitur mewah dengan uang terbatas. Tetapi China justru berhasil memenuhi apa yang diharapkan oleh banyak konsumen di segmen bawah dan menengah.
![]()
Pabrik Wuling. Foto: Dok VIVA.co.id
"Lalu jangan lupa juga, bahwa sebenarnya teknologi General Motors Amerika lah (dengan jumlah saham 34 persen) yang ada di balik mobil Wuling," kata Yannes.
Belum lagi rencana Foday dan BYD yang konon sedang mempersiapkan diri. “Saya dapat kabar dari teman sedang ada pembangunan pabrik mobil China dekat Solo Mas, dan yang bersangkutan sudah ke sana bulan lalu," lanjut dia. (ren)