Mobil China Mulai 'Ditakuti'
- VIVA/Jeffry Yanto
DFSK Glory 580. Foto: Dok VIVA.co.id
Seharusnya, mobil dengan fitur dan teknologi tersebut bisa dijual lebih murah. "Terlalu lama konsumen di Indonesia membeli mobil yang terlalu tinggi (overprice)," kata Alex di kawasan Kuningan, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Maka itu, DFSK berani memasang harga Glory 580 dengan banderol lebih murah dibanding kompetitor di kelasnya. "Kami punya fitur banyak, dan juga teknologi yang canggih untuk mobil di kelas itu."
Diketahui, jenama otomotif asal China memang melakukan jurus pasang harga murah di bawah jenama-jenama asal Jepang, Eropa, dan Amerika Serikat. Cara ini juga dilakukan Wuling, merek otomotif China lainnya.
Maka tak heran, kemunculan mobil-mobil China tak cuma dikhawatirkan produsen otomotif, melainkan juga para pelakon usaha mobil bekas.
Menurut Presiden Direktur Mobil88, Halomoan Fischer Lumbantoruan, harga yang ditawarkan sejumlah pabrikan mobil asal Tiongkok memang berpotensi mengganggu pasar kendaraan seken.
"Mungkin mereka masuknya di pasar menengah ke bawah, ya mungkin di pasar itu akan terganggu," katanya.
![]()
Bursa mobil bekas. Foto: Dok VIVA.co.id
Walau begitu, peminat mobil bekas diprediksi akan terus ada. Apalagi sampai saat ini pemain otomotif negeri Tiongkok masih mendapat stigma negatif dari masyarakat.
"Beda ya Jepang, karena memang konsumen perlu diedukasi lagi terkait merek China menurut saya sebagai pemain otomotif ya, jadi harus wait and see ya buat mobil China," ujarnya.
Terlepas dari hal itu, Fischer menjelaskan hadirnya mobil Tiongkok dinilai mampu memberikan pilihan baru bagi konsumen Tanah Air.
Merek China Kompak
Sementara itu, Pengamat Otomotif dari Institut Teknologi Bandung Yannes Martinus mengatakan, merek-merek mobil asal China saat ini memang patut diperhitungkan oleh para merek lain.
Mereka terlihat sangat serius untuk menggarap pasar otomotif Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan investasi besar yang ditanam dua merek tersebut, Rp9,34 triliun untuk Wuling dan Rp2 triliun untuk DFSK plus garansi hingga tujuh tahun untuk merek Sokon.
"Merek-merek besar China mulai semakin banyak masuk. Jika awalnya lewat Cherry di bawah Indomobil Grup tidak sukses, lalu Geely dengan dana investasi sekitar Rp4 triliun tidak sukses. Namun mereka sudah berhasil menanamkan image mobil China yang murah," kata Yannes kepada VIVA.