Nasib Sial Enggan Jauhi Facebook
- Hindustan Times
Pratama juga menyoroti tudingan atau kesalahan selalu mengarah kepada masyarakat jika terdapat masalah mengenai data pribadinya bocor atau disalahgunakan pihak lain.
Menurutnya, tak elok hanya melimpahkan kesalahannya pada masyarakat, tetapi juga ada pihak-pihak terkait yang harus bertanggung jawab, seperti perusahaan penyedia layanan dan pemerintah, agar menjaga data pribadi masyarakat.
"Enggak boleh penyedia layanan memanfaatkan data bukan peruntukannya. Enggak boleh Facebook sewenang-wenang membagi jumlah akun-akun kepada orang tertentu. Hanya untuk Facebook saja," tuturnya.
![]()
Hal yang sama juga diungkapkan Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel). Menurut Ketua Umum Mastel, Kristiono, Permenkominfo tak serta merta menjadi jalan keluar perlindungan data pribadi, karena dipandang tak cukup.
Apalagi di beberapa negara seperti Uni Eropa juga membuat peraturan perlindungan data pribadi dalam tingkat undang-undang.
Â
"Cuma kan level Permen enggak cukup. Karena Permen itu tidak ada sanksi, yang ada semua hanya administratif. Enggak mungkin cukup kayak Eropa, yang levelnya undang-undang. Indonesia harus punya yang setara dengan itu," jelas Kristiono.
Uni Eropa resmi memberlakukan Regulasi Perlindungan Data Umum (General Data Protection Regulation/GDPR) pada 25 Mei 2018.
Beleid ini fokus pada penerapan, karena perlindungan data personal di Benua Biru selama ini kuat diregulasi, namun lemah di penerapan. "Jadi, saling melengkapi dan menguatkan," kata Kristiono.
Sama-sama membantah
Sementara itu, dari sisi pelaku atau Facebook memberikan pembelaan bahwasanya mereka dari awal sudah mengendalikan perjanjian ini dengan ketat. Berbeda dengan apa yang terjadi pada Cambridge Analytica.
"Para mitra ini menandatangani perjanjian yang mencegah, agar informasi pengguna Facebook tidak disalahgunakan untuk tujuan lain selain untuk menciptakan kembali pengalaman menggunakan Facebook," jelas VP Mitra Produk Facebook, Ime Archibong.
Ia melanjutkan, mitra tidak dapat mengintegrasikan akun Facebook dengan perangkat, tanpa izin dari pengguna. Kemitraan dan tim teknik sudah menyetujui akan perjanjian tersebut.
Chief Executive Officer Apple Tim Cook membantah pemberitaan jika mereka mampu mengakses dan mencuri data pengguna Facebook.
Selain Apple, nama besar seperti Samsung, Microsoft dan BlackBerry, juga terseret dalam tudingan tersebut. Ia menegaskan bahwa isi pemberitaan tersebut sangat asing bagi dirinya, karena pihak Apple tidak pernah mendapatkan akses data sama sekali.