Mudik Lebaran, Jangan Lupa Lancar dan Selamat
- ANTARA Foto/Akbar Nugroho Gumay
Soliditas pemerintah
Dalam menghadapi momen ini, pemerintah dan para pihak berwenang termasuk kepolisian memang sudah jauh-jauh hari menyiapkan diri. Kepala Korps Lalu Lintas Polri (Korlantas) Inspektur Jenderal Pol Royke Lumowa mengungkapkan lima langkah yang perlu dilakukan agar arus mudik pada Idul Fitri 1439 Hijriah ini dapat berjalan dengan lancar. Pertama, harus ada keterpaduan antara instansi pemerintah.
"Kita semua harus betul-betul melekat dan lengket. Semua atas nama pemerintah. Kalau berhasil atas nama pemerintah dan kalau tak berhasil sama-sama juga tanggung jawab. Harus betul-betul sama-sama memikul jadi ringan," kata Royke.
Kedua, menurut Royke, perlunya memaksimalkan semua moda transportasi, darat, laut, dan udara. Selain itu, bisa dilakukan mudik bersama untuk mengurangi angka penggunaan kendaraan pribadi.
![]()
Ketiga, infrastruktur lalu lintas harus siap dan bebas hambatan. "Kami juga cek terus. Kami survei terus. Kalau tidak dicek, ya sudah. Misalkan, jembatan belum jadi, terus menimbulkan macet. Kalau begitu dikerahkan 100 polantas pun tetap tak bisa atasi macet," ujarnya.
Keempat, yaitu perlunya kesiapan tempat istirahat atau rest area di seluruh titik yang menjadi jalur mudik. Dalam tempat istirahat tersebut, setidaknya terdapat tiga fasilitas di antaranya stasiun pengisian bahan bakar, toilet, dan rumah makan.
Kelima, Royke menambahkan, terkait pemberitaan dan informasi juga turut menjadi hal penting yang perlu diperhatikan agar mudik berjalan dengan lancar. Masyarakat perlu penyajian informasi yang benar dan akurat, terkait situasi dan kondisi terkini jalur yang akan dilalui. Untuk itu, Korlantas memiliki aplikasi resmi untuk para pemudik.
"Kami telah keluarkan aplikasi mudik di gadget. Tahun ini kami upgrade. Jadi bisa tahu di mana rest area, pom bensin dan lain-lain sehingga info jalan menjadi komplet," ujarnya.
Jangan lupa selamat
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengingatkan agar pemudik menjaga keselamatan dengan tidak menggunakan motor untuk ke kampung halaman mereka. Dia menyebut potensi terjadi kecelakaan tinggi jika menggunakan motor jarak jauh.
"Dalam tiga hari mudik (kemarin), kenaikan angka kendaraan roda empat naik pesat kurang lebih hampir 40 persen, yang menggunakan motor turun kurang lebih 12 persen. Kecelakaan dalam tiga hari itu relatif turun kurang lebih 30-40 persen," ujarnya.