Syiar Perdamaian Sabyan Gambus
- Youtube Sabyan Official
Menyinggung soal musik gambus, yaitu jenis musik dengan instrumen seperti kecapi yang berasal dari Timur Tengah. Dijelaskan Ayus, ia memilih bermain musik gambus karena faktor lingkungan. Sumber menyebutkan, bahwa Sabyan adalah anak-anak muda yang mendapat pendidikan sebagai santri.Â
![]()
Beberapa lagu yang dinyanyikan Sabyan bukan karya asli. Mereka meng-cover syair qasidah yang kemudian diracik dengan aransemen musik kekinian. Syair-syair qasidah itu sudah cukup dikenal di kalangan pesantren, namun asing bagi masyarakat umum. Agaknya Sabyan jeli memilih syair yang berpotensi diterima berbagai kalangan. Â
Â
Misalnya, Deen Assalam yang berarti agama perdamaian. Liriknya membawa pesan toleransi. Sabyan seolah sengaja menghadirkan Deen Assalam di tengah-tengah isu intoleransi yang menguat dan menjadi masalah bangsa Indonesia. Sabyan seakan tahu, ini adalah waktu yang tepat menyampaikan betapa menghargai perbedaan diperlukan agar hidup menjadi bahagia. Sebaliknya, dunia akan kacau balau dan hati terasa sempit apabila tanpa ada rasa saling menghormati. Â
Berikut ini kutipan liriknya.
Â
Deen Assalam (Agama Perdamaian)
Â
Kala ha dil ar maa taq fi masahat
Seluruh bumi ini akan terasa sempit
Â
La u na hasib la sama hat
jika kita hidup tanpa toleransi
Â
Wan ta ayas na bahb
namun jika hidup dengan perasaan cinta
Â
La ta ghay kal ar tha nas kan kal ya ghar
meski bumi sempit kita kan bahagia
Â
Ab ta hayat wab salaam
melalui perilaku mulia dan damai
Â
An syaru wah lal kalam
sebarkanlah ucapan yang manisÂ
Â
Zay nu dini yakh te rabb
hiasilah dunia dengan sikap yang hormat
Ab ma habbat wab ta sam
dengan cinta dan senyuman
Â
An syaru ba anil ana
sebarkanlah diantara insan
Â
Ha da hud deen as salaam
Inilah Islam agama perdamaian Â
Â
Wakil Presiden Jusuf Kalla bahkan mengunggah video di Instagram ketika ia mendengarkan lagu Deen Assalam ini dari YouTube melalui ponsel.
Tak hanya Deen Assalam, lagu-lagu Sabyan lainnya juga mudah menyentuh hati. Lirik berbahasa Arab sepertinya bukan kendala bagi para pendengar, baik dari kalangan Muslim maupun non Muslim. Lagipula di era kemajuan teknologi seperti sekarang, mudah untuk menemukan arti suatu bahasa asing dengan bantuan aplikasi.