Bali dan Fluktuaktifnya Gunung Agung
- REUTERS/Andre Ardiansyah
"Cukup berada di daerah Kawasan Rawan Bencana (KRB) II agar memudahkan penanganan pengungsi," ujar Sutopo.
Baca: Erupsi Gunung Agung, Semua Aktivitas Pariwisata di Kawah Dihentikan
Data sementara yang diterima VIVA dari BPBD Bali, jumlah pengungsi pasca letusan Senin malam, masih bisa berubah. Merujuk data hingga Senin, pukul 02.00 WIB, jumlah pengungsi sekitar 2.000 jiwa yang tersebar di 20 desa di Karangasem.
Sementara, Anggota Komisi X DPR dari Daerah Pemilihan Bali, Putu Supadma Rudana menilai sejauh ini pihak pemerintah masih sesuai jalur. Namun, ia meminta agar antisipasi dipikirkan dalam aspek pengungsi.
Artinya, bila memang kejadian terburuk terjadi dengan status awas dan gunung meletus besar maka harus disiapkan. Putu mencontohkan, salah satunya antisipasi terkait dampak terhadap sektor pariwisata di Bali. Penting menjadi catatan karena Bali merupakan salah satu andalan Pemerintah RI dalam pariwisata. Kemudian, contoh lain agar ada program yang memprioritaskan nasib anak-anak korban dalam pendidikan sekolah.
"Kalau saat ini saya lihat masih sesuai jalur. Cuma perlu antisipasi yang lebih matang buat pengungsi. Ini penting dari pendidikan anak-anak. Jangan sampai nanti kaget kalau ada kejadian terburuk," tutur Putu kepada VIVA, Selasa, 3 Juli 2018.
Baca: Gunung Agung Status Awas, Sektor Pariwisata Terpuruk
Soal status Gunung Agung, ia masih percaya dengan pihak terkait seperti PVMBG. Dari pengalaman erupsi Gunung Agung selama setahun ini, ia menilai memang masih bisa dipantau dan terkendali.
"Kalau dari saya lihat ini kan dipantau detik per detik, menit per menit. Masih terkendali memang. Jika ada perubahan kenaikan status, kalau sudah waktunya, saya yakin akan dilakukan," katanya. (umi)