Bali dan Fluktuaktifnya Gunung Agung
- REUTERS/Andre Ardiansyah
"Belum ada rencana dinaikkan status. Saat ini status Gunung Agung masih siaga. Erupsi yang terjadi saat ini masih dalam skala kecil atau rendah," tutur Kasbani di Pos Pengamatan Gunung Agung Rendang, Karangasem, Senin, 2 Juli 2018.
Antisipasi ke Depan
![]()
Foto: Turis di Bali sebelum Gunung Agung kembali erupsi.
Pihak pemerintah diminta antisipasi dampak kemungkinan terburuk bila Gunung Agung kembali erupsi dengan skala besar. Setidaknya, contoh erupsi dengan efek pada Kamis, pekan lalu, lebih bisa diantisipasi.
Salah satunya dampak penyebaran abu vulkanik bila ke arah barat akan mempengaruhi jadwal perlintasan penerbangan. Hal ini seperti pasca erupsi, Rabu, 27 Juni 2018 yang mengganggu jadwa penerbangan.
"Ya antisipasi harus dan sudah dilakukan. Itu kan pasti dibicarakan dengan pihak terkait," ujar Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (EDSM) Rudi Suhendar saat dihubungi VIVA, Selasa, 2 Juli 2018.
Rudi meyakini aktivitas vulkanik Gunung Agung saat ini belum akan mempengaruhi kondisi pariwisata Bali. Begitupun jadwal Bali sebagai tuan rumah IMF-World Bank pada Oktober 2018 juga belum mengganggu. Sebab, koordinasi antara pihak terkait diklaim rapih dan tak ada masalah selama erupsi Gunung Agung sejak pertengahan tahun lalu.
"Itu masih jauh, belum ganggu. Dan letusan Senin malam kan karena skalanya masih tak melebihi dua kilometer," ujar Rudi.
Baca: Erupsi Gunung Agung Tak Akan Ganggu Forum IMF Kecuali Faktor Angin
Kepala Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan pasca letusan besar dengan dentuman keras, Senin, 1 Juli 2018, dilaporkan ada evakuasi secara mandiri yang dilakukan warga. sekitar Namun, letusan ini belum mengubah status menjadi awas atau level IV.
"Masyarakat sekitar langsung melakukan evakuasi mandiri. Turun ke desa-desa yang aman. Status Gunung Agung tetap siang dengan radius berbahaya 4 kilometer dari puncak kawah," kata Sutopo.
![]()
Foto: Warga Karangasem Bali melakukan evakuasi mengungsi secara mandiri.
Sutopo mengatakan proses evakuasi mandiri yang dilakukan warga sekitar akan dikoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan PVMBG. Ia pun mengimbau agar evakuasi tak keluar dari wilayah Kabupaten Karangasem.