Untung Rugi Ikut Tren Mukbang

Rica, BJ mukbang
Sumber :
  • Youtube

Lebih lanjut ia menyebut bahwa pelaku mukbang di Indonesia sudah cukup banyak. "Di Indonesia sudah banyak yang melakukan mukbang. Kalau di instagram yang terkenal kan ada DJ Butterfly, kalau di youtube ada Tanboy Kun, Marissa Poni, Twins Arthurs, dan yang lain aku yakin masih ada."

img_title Bikin Penasaran, YouTuber Mukbang Asal Korsel Ini Tetap Langsing Meski Makan Banyak

Manusia-manusia kesepian yang mencari teman makan

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Beberapa pakar psikologi ternyata tertarik mengulik tentang mukbang. Salah satu yang cukup frontal adalah Jeff Yang seorang psikolog dan kritikus sosial dari The Future Company. Dilansir laman resmi hcs.harvard Jeff Yang, menjelaskan bagaimana fenomena mukbang sebenarnya berakar dan menjadi populer. 

img_title Terpopuler: Rahim Rapuh Gara-gara Sering Jajan Seblak, hingga Penobatan Puteri Indonesia 2025

"Semua berawal dari Korea Selatan. Karena adanya perasaan kesepian yang dirasakan orang Korea Selatan yang belum menikah ataupun yang tidak memiliki pasangan saat mereka makan sendirian. Apalagi saat dining out atau makan di luar rumah. Kegiatan ini sering diperuntukkan bagi keluarga mereka yang sering makan dengan beberapa orang," ujarnya.

Tren Mukbang

img_title Bikin Dokter Kaget, Ini Penyebab Konten Kreator Mukbang, Tzuyang Tetap Langsing Meski Banyak Makan

Tak heran jika  banyak menu restoran di Korea Selatan diperuntukkan untuk 3-4 orang. "Karena hal tersebut, warga Korea sering makan sendiri dan membuat mukbang," ujar Jeff.

Sementara itu, psikolog Liza Marielly Djaprie M.Si,Psi,SC, menyebut mukbang justru bisa jadi sebagai pelarian stres yang berbentuk emotional eaters.

"Ada yang namanya emotional eaters, jadi dia makan ketika stres. Makan sering diasumsikan sebagai bentuk rasa nyaman. Kalau kita enggak punya rem yang kuat, saat stres kita akan lari ke makanan bukannya berusaha menyelesaikan masalah," ujarnya saat dihubungi VIVA beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut aia mengungkapkan bahwa  pemakan yang emosional, akan mengakibatkan masalah kesehatan.

"Ini tentu tidak baik harusnya manajemen stres yang tepat bukan ke makanan. Jadi harusnya kita punya manajeman stres yang tepat."

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dampak kesehatan yang ditimbulkan juga mengkhawatirkan

Sementara itu dari sisi kesehatan, Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan, MS . menyebutkan kegiatan makan yang berlebihan dalam jangka panjang tentu akan berpengaruh terhadap habit seseorang, hal yang paling mungkin terjadi adalah obesitas, apalagi asupan kalori yang berlebihan itu akan menumpuk menjadi lemak.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut