Jalan Panjang Kuasai Freeport Indonesia

Wilayah pertambangan terbuka Freeport di Timika, Papua.
Sumber :
  • ANTARA/Muhammad Adimaja

11 Bank Bantu Inalum Bayar Freeport

img_title Karyawan Freeport Diduga Tewas Ditembak KKB di Gresberg

Guna mewujudkan kepemilikan saham Merah Putih di PT Freeport Indonesia bisa terlaksana hingga akhir 2018, sejumlah upaya dilakukan Inalum dari menggelontorkan dana internal hingga mengajak perbankan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Direktur Utama PT Inalum Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, kebutuhan dana US$3,85 miliar akan diperoleh dari dana internal perseroan serta dana dari 11 bank yang telah menyatakan siap membantu pendanaan.

img_title Bahlil: Perpanjangan Izin Freeport untuk Eksplorasi Cadangan Baru

"Ada 11 bank yang siap membantu mendanai transaksi. (Untuk nama-nama banknya) belum bisa bicara," ucap Budi di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis, 12 Juli 2018.

Dia mengatakan, dana internal perseroan saat ini secara tunai mencapai US$1,5 miliar. Selain itu, tak menutup kemungkinan akan menggunakan ekuitas holding, namun tergantung kebutuhan perbankan.

img_title Bahlil Bocorkan Isi Pertemuan dengan Gubernur Papua, Ada soal Jatah Saham Freeport

Adapun pembayaran pembagian yang akan dilakukan Inalum adalah US$3,5 miliar akan dibayarkan kepada Rio Tinto, sedangkan ke Freeport-McMoran Inc sebesar US$350 juta.

Budi menambahkan, untuk melakukan transaksi divestasi 51 persen saham tersebut pihaknya yakin dapat terlaksana dalam dua bulan sejak HoA ini dilakukan.

"Kami harapkan dalam dua bulan bisa selesai. Seluruh dokumentasi sekarang supaya transaction closing-nya jadi semua," ujarnya menegaskan.

Tambang PT Freeport Indonesia di Papua.

Pertambangan PT Freeport Indonesia

Pemerintah Indonesia berkepentingan untuk mengakuisisi saham Freeport karena nilai total cadangan tambangnya mencapai US$160 miliar atau setara Rp2.290,3 triliun. Cadangan itu terdiri dari, emas sebesar US$42 miliar, tembaga sebesar US$16 miliar dan perak sebesar US$2,5 miliar. Dengan cadangan tersebut, Freeport menjadi perusahaan yang mengelola deposit emas terbesar di dunia.

Adapun manfaat langsung bagi negara dari banyaknya cadangan tersebut adalah penerimaan pajak dan royalti operasi yang cukup besar hingga penerimaan jangka panjang.

CEO Freeport McMoran Richard Adkerson mengklaim, dengan HoA maka Freeport bisa memberikan manfaat bagi Indonesia sebesar US$60 miliar atau setara Rp840 triliun. Menurut dia, pemberian manfaat bagi Indonesia tentunya bisa dilakukan asalkan Freeport kembali memperpanjang masa operasinya hingga 2041 di tambang emas grasberg dan itu perlu mekanisme yang harus dibicarakan secara detail.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tak Perlu Euforia

Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana mengatakan, HoA  perlu diapresiasi. Namun jangan dianggap suatu kemenangan bagi Indonesia. Sebab, dari perspektif hukum ada beberapa alasan tidak perlu terlalu euforia menanggapi HoA tersebut. Terlebih, HoA akan ditindaklanjuti dengan sejumlah perjanjian.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut