Tak Putus Melawan Teror
- ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana
"Maka ketiga terduga teroris terpaksa dilakukan tindakan tegas terukur yang akibatnya tiga terduga teroris MD (meninggal dunia),” kata Iqbal.
![]()
Menurut Iqbal, aparat yang terlibat dalam kontak tembak itu memang pasukan Detasemen Khusus 88 Antiteror. Mereka memang dikerahkan untuk menanggulangi terduga teroris. Tiga di antara mereka melawan serta berusaha menyerang polisi dengan senjata tajam dan senjata api.
“Dua petugas Densus mengalami luka-luka di tangan akibat serangan terduga teroris,” kata Iqbal.
Barang bukti yang disita, antara lain empat senjata tajam jenis parang dan satu senjata api jenis revolver beserta beberapa pelurunya. Ketiga jenazah terduga itu sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Yogyakarta.
Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal Polisi Syafruddin menambahkan, kelompok terduga teroris di Kaliurang tersebut adalah bagian dari investigasi peristiwa bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya pada 13-14 Mei 2018 dan penyerangan polisi di Markas Polda Riau pada 16 Mei 2018.
Aparat Densus 88 Antiteror awalnya hanya ingin menangkap mereka saat bersepeda motor di Jalan Kaliurang. Namun, mereka menyerang membabi buta kepada aparat, sehingga Densus terpaksa menembak mati tiga di antara mereka. Sementara itu, seorang lagi berhasil kabur.
“Jadi, itu pengembangan kasus terorisme dari kasus di Surabaya dan Riau. Kami masih melakukan pengembangan terus apa yang terjadi di Surabaya itu,” kata Syafruddin.
Gaya Baru Teroris
Sementara itu, ada fakta baru yang terungkap soal komunikasi para teroris dalam merekrut pengikutnya yakni mendekatkan diri melalui aplikasi game online. Diketahui, pemain game online kebanyakan anak muda dan anak di bawah umur. Fakta ini terungkap berdasarkan hasil riset Badan Siber dan Sandi Negara.
Juru Bicara BSSN, Anton Setiawan mengatakan, ada bukti nyata penggunaan game online sebagai alat komunikasi teroris, yaitu dalam serangan yang terjadi di Prancis pada 2015.
"Waktu itu digunakan dalam serangan di Prancis menggunakan Play Station 4 dan sekarang dengan perkembangan game online, potensinya akan lebih besar lagi," kata Anton di Jakarta beberapa hari lalu.
![]()
Anton mengatakan, pihaknya saat ini belum menemukan jalan untuk menemukan blocking terhadap aplikasi. Apalagi saat ini game online banyak digunakan oleh anak-anak di bawah umur.