Hobi Traveling Berbuah Bisnis Open Trip
- Pixabay
Mengenai keuntungan yang didapat, Arif mengaku mengenakan fee atau mengambil keuntungan berkisar 5-15 persen untuk setiap open trip.Â
"Itu rahasia perusahaan. Kalau dikisar profit itu berkisar 5-15 persen," katanya.
Sebagai penyelenggara open trip tentu harus memiliki keahlian manajemen dan perencanaan perjalanan yang baik untuk memuaskan para peserta open trip. Lalu, bagaimana cara dan strategi untuk menjalankan bisnis perjalanan open trip ini?
Arif mengatakan, ia mengatur sendiri setiap rencana perjalanan dan membangun rekanan dengan agen tur di tempat tujuan. Dia selalu memastikan bahwa maskapai, akomodasi, dan destinasi yang ditawarkan bagus serta kredibel.Â
"Kalau kita sekarang pastikan produknya bagus dulu, kalau bagus Insya Allah pesertanya akan datang. Kalau (promosi) sekarang open trip pakai social media pasti gampang cari pasarnya," ujarnya.Â
Travel blogger theravelearn, Matius Teguh Nugroho mengatakan, ketika merencanakan open trip, ia harus pernah mengunjungi atau mengetahui destinasi wisata tersebut dari internet.
"Saya harus menguasai sebagian besar tempat, yang akan saya kunjungi di satu kota, yang menjadi tujuan open trip. Saya pernah nekat mengajak peserta ke suatu tempat yang belum pernah saya kunjungi. Hasilnya, kami malah kena scam taksi, muter-muter enggak jelas, dan nyaris telat nonton pertunjukan," katanya.
Sejak kasus itu, ia pun memutuskan agar hanya menggelar open trip ke tempat-tempat yang sudah pernah ia kunjungi. Biaya yang dikenakan Matius kepada setiap peserta pun tergolong murah hanya sekitar Rp2 jutaan untuk wisata ke negara-negara Asia Tenggara, seperti Thailand, Malaysia dan Singapura.
Meski perjalanan open trip terlihat murah, para travel tetap harus waspada. Karena tidak sedikit muncul laporan peserta grup tur ditelantarkan oleh agen tur atau travel leader. Salah satu peristiwa terbaru adalah sekelompok turis Indonesia ditelantarkan oleh tour leader-nya di Maroko.Â
Matius pun menyarankan para traveler untuk tidak mudah percaya dengan paket tur dengan harga murah. Para traveler harus meminta detail informasi perjalanan yang didapat peserta di dalam paket.Â
"Minta bukti pembelian tiket pesawat pulang pergi, setelah memberikan uang muka. Minta bukti seluruh pemesan akomodasi 30 hari sebelum keberangkatan dan jangan pernah memberikan biaya ekstra kepada tour leader di tengah perjalanan sebelum jelas peruntukannya," ujarnya.