Anak dalam Bayang-bayang Kekerasan Dunia Maya

Peringatan Hari Anak Nasional di Pasuruan, Jawa Timur, Senin, 23 Juli 2018
Sumber :
  • VIVA.co.id/Nur Faishal

Selain orangtua dan guru di sekolah, ada sejumlah pihak lain yang perlu memberikan perlindungan dan bertanggung jawab menjauhkan anak-anak dari konten negatif internet. Mereka adalah penyelenggara negara, korporasi, aparat penegak hukum, dan masyarakat.  

img_title Belasan Siswi SMPN di Ciputat Jadi Korban Bullying dan Pemerasan Kakak Kelas, 3 Orang Masuk RS

Kehadiaran penyelenggara negara di sini sangat penting dan meskipun pemerintah sudah maksimal mengatasi konten negatif yang berkeliaran di internet, namun pemerintah jangan lelah. Sebab, konten negatif terus muncul dan jika dibiarkan akan 'meracuni' aset bangsa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pemerintah pusat dan pemerintah daerah, berdasarkan rekomendasi KPAI, harus membentuk regulasi tentang pemasangan perangkat lunak penyaringan serta pemblokiran pornografi. Selain itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika harus tegas memberikan hukuman bagi penyedia jasa aplikasi yang menolak memblokir konten negatif.

img_title Sahroni Miris Anak Down Syndrome Tewas Dibully di Surabaya: Momentum Evaluasi Besar Pendidikan

Sementara itu, korporasi media sosial, seperti Twitter, Instagram, dan Facebook pun penting mengetahui dan taat terhadap aturan yang berlaku di Tanah Air. Termasuk, UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), UU Pornografi, dan UU Perlindungan Anak dengan mengontrol konten-konten negatif yang muncul.

Sedangkan aparat penegak hukum, seperti polisi, jaksa, dan hakim perlu ditingkatkan jumlah dan kapasitasnya dalam menangani perkara anak korban kekerasan, pornografi. dan kejahatan online. Begitu juga masyarakat, perlu mengikuti perkembangan teknologi informasi untuk mencegah hal-hal yang tak diinginkan pada anak karena konten negatif internet.

img_title Respons Menohok Cak Imin soal Kasus Tewasnya Anak Down Syndrome Diduga Karena Bullying di Surabaya

Selanjutnya, target 2030: tak ada kekerasan anak>>>

Target 2030: tak ada kekerasan anak

Untuk membuat masyarakat lebih melek pada hak-hak dan perlindungan anak, serta mencegah hal-hal buruk yang dapat memengaruhi tumbuh kembang anak, momen Hari Anak Nasional ini dirayakan di beberapa daerah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

KPAI sendiri memilih mengampanyekan stop bullying dengan melakukan roadshow ke sejumlah sekolah di 13 kota di Indonesia, di antaranya Jakarta, Bogor, Surabaya, Solo, Makassar mulai 17-31 Juli 2018, bersama Young Lex dan Surya Film.

KPAI menyosialisasikan dampak buruk bully bagi tumbuh kembang anak, dengan Young Lex menyampaikan tips menghadapi cyber bully dan para artis Surya Film menyampaikan pengalaman mereka di-bully saat mengenyam pendidikan dan bagaimana harus berjuang mengatasinya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut