Jemaah Tersesat, Mitos Dosa dan Taubat
- Beno Junianto/VIVA.co.id
"Kan, sebesar apapun kesombongan di Tanah Suci itu, ya Allah ampunilah. Artinya apa? Senantiasa kita berzikir, bertasbih, mengingat hari akhir terus dan itu akan membantu kita untuk terus senantiasa dekat dengan Allah, intinya kan taubat," ujarnya.
Sementara itu, Guru Besar Ilmu Quran dan Tafsir UIN Sunan Ampel, Surabaya, Profesor Aswadi kepada VIVA secara eksklusif membeberkan secara ilmiah soal tersesatnya jemaah yang dihubungkan dengan mitos dosa masa lalunya.
"Bukan karena dosa-dosa yang mereka lakukan, bisa jadi itu terjadi bagi orang yang masuk wilayah baru yang tidak mengenal kanan kiri. Mereka itu terkadang tak tahu arah pulang dan sebaliknya, bingung, jadi jangan dijastifikasi oleh hal demikian," ucap Prof Aswadi.
Aswadi mengatakan bahwa apa yang terjadi dengan jemaah yang tersesat itu adalah ujian yang diberikan Tuhan.
"Bisa Tuhan memberikan ujian kepada seseorang , agar akal pikiran menjadi lebih baik, yang lebih dari apa yang dia pikirkan," ujar Aswadi.
Tahun lalu, lanjut Aswadi tidak sedikit jemaah yang mengalami hal demikian, tersesat, dan menangis tak tahu jalan pulang ke pemondokan. Lalu, mereka menyimpulkan dengan hal yang aneh-aneh.
"Pengalaman tahun lalu, itu memang banyak jemaah yang mengaku ini dihubung-hubungkan dengan perbuatan, serta perilakunya di masa lalu di daerah masing-masing, jadi suka bengong," ujarnya.
Peristiwa yang membuat jemaah menjadi tersesat juga dialami saat melempar jumrah aqobah. Aswadi melihat, tidak sedikit orang-orang menjadi tidak fokus dan kebingungan.
"Pada saat aqobah, karena terharu dengan perilaku yang mereka lakukan jadi di luar konsentrasinya melebihi dari kebiasaan," ujar Aswadi.
![]()
"Jemaah jadi lupa, (lepas) dari teman-temannya, mereka menangis dan tidak tahu pulang balik, dan ditemukan oleh petugas dan diajak ke kantor Daker, menangis dan sebagainya," ujar Aswadi melanjutkan.
Berikutnya, banyak berzikir>>>
Banyak berzikir
Kepada jemaah yang tersesat diimbau tak perlu panik. Imbauan juga ditujukan kepada jemaah yang mengalami kelelahan dan sakit saat masih berada di Masjidil Haram.
Jemaah jangan panik, karena pembimbing dan konsultan ibadah bersama petugas haji akan memberikan bimbingan.