Ketika Gelombang Cuaca Panas Melanda Dunia

Cuaca panas membuat wanita ini gerah.
Sumber :
  • REUTERS/Edgar Su

"Saya di Eropa enam tahun. Saya sangat merasakan musim panas di sana keringnya luar biasa. Sunblock jadi wajib. Nah, mereka (orang Eropa dan Jepang) pada saat musim panas seperti itu kelembapan udara bisa di bawah 50 persen. Tubuh cepat sekali mengalami dehidrasi meski banyak minum. Inilah penyebab utama dehidrasi," kata Siswanto.

img_title Cuaca Ekstrem Sejak 21 Juni, Spanyol Catat 212 Kematian

Sebelumnya, isu soal Indonesia dalam ancaman gelombang panas yang mematikan telah dibantah BMKG. Hal ini diungkapkanya pada situs bmkg.go.id.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ancaman gelombang panas di Indonesia belum terbukti secara ilmiah. BMKG menegaskan di dalam makalah ilmiah karya Camilo Mora et al, dari Universitas Hawaii, Amerika Serikat, yang berjudul "Global risk of deadly heat", tidak menyebut secara khusus nama Indonesia.

img_title Kulit Anda Diam-Diam Terdampak Cuaca Panas, Waspadai 7 Efek yang Sering Diabaikan Ini

Mora mengkaji data dari peristiwa gelombang panas yang terjadi di Eropa dan Amerika Utara, sebagian kecil India, China, dan Australia.

BMKG menjelaskan Indonesia juga tidak dimasukkan oleh Mora dalam melakukan kajian data peristiwa gelombang panas mematikan yang terjadi antara tahun 1980-2014.

img_title Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini 6 Juni 2026: Langit Berawan Seharian, Hanya Kepulauan Seribu Diguyur Hujan

Selain itu, BMKG menginformasikan bahwa gelombang panas yang berujung kematian belum pernah terjadi di Indonesia.

Ilustrasi cuaca panas/ekstrem.

Bukan Cuma Banjir Keringat, Ini 8 Tanda Tubuh Kena Heatstroke saat Cuaca Panas Menyengat

Cuaca panas menyengat bisa memicu heatstroke. Kenali tanda-tandanya, bukan hanya banjir keringat, tetapi juga kebingungan, pingsan hingga kejang. Baca di sini

img_title
VIVA.co.id
1 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut