Lombok Hidup di Pembangkit Gempa

TGB berdoa di depan jenazah korban bencana Lombok.
Sumber :
  • Repro Instagram

Korban gempa bumi di Lombok

img_title Gempa Bumi Mengguncang Lombok

Mirisnya, gempa besar ini terjadi hanya beberapa jam setelah Gubernur NTB, Tuan Guru Bajang, menerbitkan surat perpanjangan penetapan status keadaan darurat bencana alam gempa bumi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Surat ini diterbitkan karena situasi NTB saat ini dinilai belum pulih, usai sebelumnya diguncang gempa darat berkekuatan 6,4 SR pada Minggu, 29 Juli 2018. Dalam surat itu, dituliskan tanggap darurat bencana gempa bumi diperpanjang hingga 11 Agustus 2018.

img_title Aktor Hollywood Jack Black Galang Dana untuk Bangun Sekolah di Lombok

Diketahui, berdasarkan catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, pada bencana gempa 29 Juli, ribuan rumah hancur, 16 orang tewas, ratusan orang lainnya terluka dan sebanyak 5.141 jiwa harus diungsikan karena kehilangan tempat tinggal.

"Ada sejumah pertimbangan mengapa masa tanggap darurat penanganan gempa diperpanjang. Salah satunya adalah karena gempa susulan yang masih kerap terjadi secara sporadis hingga hari ini," kata TGB.

img_title Bali dan Nusa Tenggara Diguncang Gempa, Tak Berpotensi Tsunami

Masyarakat Indonesia terhenyak dengan dua bencana gempa darat beruntun yang terjadi di Lombok. Serasa tak percaya gempa bakal menggoyang Lombok. Karena belakangan ini bencana gempa bumi diketahui kerap terjadi di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera saja.

Sebenarnya gempa bumi perusak seperti yang terjadi kali ini, sudah sering terjadi, dalam sejarahnya, sudah tujuh kali Lombok dilanda bencana gempa.

Seperti gempa 25 Juli 1856 yang disertai tsunami yang menyebabkan banyak rumah rusak; gempa 6,7 SR pada 10 April 1978; gempa 5,7 SR pada 21 Mei 1979; gempa 6,1 SR pada 30 Mei 1979 yang menyebabkan 37 jiwa meninggal, gempa 6,0 SR pada 1979; gempa 6,1 SR pada 1 Januari 2000; gempa 5,4 SR pada 22 Juni 2013.

Peta United States Geological Survey (USGS)Lombok di Pembangkit Gempa

Menurut Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Daryono, secara tektonik, Lombok memang wilayah rawan gempa bumi. Sebab, posisi Lombok terletak di antara dua pembangkit gempa, yang dijuluki dengan seismik aktif.

Dua pembangkit gempa ini berasal dari selatan dan utara. Di selatan terdapat zona subdiksi lempeng Indo-Australia yang menujam ke bawah Pulau Lombok.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sedangkan dari utara ada struktur geologi bernama Sesar Naik Flores atau Flores Bacj Arc Thrusting. Sesar Naik ini jalurnya memanjang dari Laut Bali ke timur hingga Laut Flores.

"Sehingga tidak heran jika Lombok memang rawan gempa karena jalur Sesar Naik Flores ini sangat dekat dengan Pulau Lombok," kata Daryono dalam siaran resminya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut