Saat Jokowi dan Prabowo 'Terganjal' Cawapres

Jokowi saat bersama Prabowo di Hambalang beberapa waktu silam. Keduanya diperkirakan kembali bersaing untuk Pemilu 2019.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Alhasil, hingga kini, koalisi partai yang berada di luar kubu Jokowi belum juga menemukan kata sepakat soal cawapres. Meskipun mereka mengklaim urusan itu diserahkan kepada Prabowo.

img_title Kadin Dukung Program Prabowo Cetak Pemimpin Masa Depan, Ini Alasannya

Perkembangan terbaru, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani menyampaikan bahwa nama kandidat pendamping Prabowo sudah mengerucut dua nama. Muzani mengatakan kubunya terus melakukan pembicaraan dengan partai koalisi untuk membicarakan nama-nama tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Mungkin kami akan mengambil keputusan untuk wapres di akhir," kata dia.

img_title Saat Prabowo Puji Kinerja Alumni SMA Taruna Nusantara di Kabinet: Ada 2 Menko, Seskab, hingga Jenderal

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) berbincang dengan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan (kanan)

Tapi, Muzani tetap tidak bisa menyebutkan siapa dua nama itu apakah AHY dan satu dari hasil Ijtima Ulama. Dia hanya menegaskan dua nama sedang mereka seriusi, hitung, dan godok agar soliditas di antara empat partai yang sudah berkomitmen untuk bersama-sama mendukung Prabowo tetap dalam satu barisan.

img_title Prabowo Sebut Pendidikan Butuh Investasi yang Besar, Akui Korupsi Sesungguhnya Awal Kehancuran Bangsa

Sementara itu, Partai Keadilan Sejahtera belum mengetahui siapa dua nama kandidat yang sudah dikantongi Prabowo itu. Pada Selasa, PKS menggelar sidang Majelis Syuro di kantor DPP untuk menentukan sikap soal cawapres.

Tapi sejauh ini, mereka dalam posisi memegang hasil Ijtima Ulama yang salah satunya merekomendasikan Ketua Majelis Syuro PKS, Salim Segaf Aljufri, sebagai cawapres.

"PKS menjadikan Ijtima Ulama sebagai rekomendasi yang diperjuangkan dalam proses komunikasi politik," kata Direktur Pencapresan PKS, Suhud Aliyudin.

Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman (kiri), Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (tengah) dan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (kanan)

Ketua DPP PAN, Yandri Susanto mengatakan, kunjungan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan ke Istana menemui Presiden Joko Widodo untuk menyampaikan posisi PAN saat ini.

Di tengah situasi koalisi kubu oposisi yang belum juga menyepakati nama cawapres, muncul isu bahwa ada satu partai lagi yang akan bergabung dengan pihak Jokowi. Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Hasto Kristiyanto.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Beberapa waktu setelah isu itu merebak, pada Selasa sore, 7 Agustus 2018, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan terlihat menemui Jokowi di Istana Merdeka. Tetapi, ia datang melalui pintu lain, yang berada di sebelah Wisma Negara.

Sekitar 15.40 WIB, Zulkifli datang. Pintu Wisma Negara, memang kerap menjadi tempat masuk tamu-tamu yang tidak ingin dipublikasikan kedatangannya, atau ingin menghindar dari pemberitaan media. PAN sendiri akan memutuskan sikap pada Rakernas yang akan digelar pada Kamis, 9 Agustus 2018.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut