Wukuf, Kepedulian Sosial dan Perdamaian
- REUTERS/Zohra Bensemra
Menag meminta, sepulangnya dari Tanah suci, jemaah haji bisa berbuat lebih baik di Tanah Air. "Karena itu, bila ingin mendapat haji mabrur dengan balasan surga, maka wujudkan kepedulian sosial, dan tebarkan kedamaian di tengah masyarakat setelah kembali ke Tanah Air," ujarnya berharap.
Di akhir sambutan Menteri Lukman mengajak jemaah haji untuk memanfaatkan keberadaan di Tanah Suci dengan memperbanyak amal ibadah yang dapat memperkuat keimanan dan ketakwaan.
"Semoga Allah menerima segala amal ibadah kita, mengabulkan segala permohonan hamba-Nya dan menjadikan haji kita mabrur. Kita berdoa semoga seluruh jemaah haji Indonesia dapat kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat walafiat, meraih rahmat dan maghfirah dari Allah SWT."
Posko Kesehatan
Fase Armina menjadi puncak haji bagi seluruh jemaah haji. Begitu pula halnya dengan kesehatan. Ini menjadi momen paling penting yang perlu disiapkan. Tim kesehatan telah menyusun strategi khusus untuk kesehatan jemaah dalam fase Arafah Muzdalifah dan Mina (Armina).
Koordinator Tim Gerak Cepat dr. Jerry N. Pattimura mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan sejumlah pos kesehatan di masing-masing tempat. “Kami menyiapkan satu pos kesehatan besar di Arafah dan enam pos kesehatan satelit yang tersebar di beberapa maktab yang ada di Arafah,” kata Jerry.
Pos kesehatan satelit ini berfungsi agar jemaah dapat lebih dekat untuk meminta bantuan kesehatan terutama apabila ada kondisi kegawatdaruratan atau membutuhkan reaksi yang lebih cepat.
“Di sepanjang jalur Muzdalifah disiapkan 11 pos kesehatan. Sementara di Mina sudah disiapkan dua pos kesehatan besar di depan pintu terowongan Mina (terowongan Muaisim) dan di Mina Jadid,” katanya menambahkan.
![]()
Di pos kesehatan besar ini dapat dilakukan rawat observasi. Kemenkes RI telah menyiapkan alat kesehatan yang cukup lengkap. Namun Apabila ada penyakit yang tidak bisa ditanggulangi maka jemaah yang sakit akan segera dirujuk ke rumah sakit Arab Saudi terdekat.
Sementara, di sepanjang jalur Jamarat juga disiapkan 10 pos mobile. Jerry menjelaskan, pengendalian kesehatan di Armina ini sudah disiapkan jauh-jauh hari. Tim Gerak Cepat dibantu Tim Promotif Preventif telah melakukan edukasi kepada jemaah. Karena, pencegahan lebih penting dibanding mengobati.