Silat Lidah WhatsApp

WhatsApp dan Facebook.
Sumber :
  • REUTERS/Mal Langsdon

Ia pun memberi logika sederhananya sebagai berikut. Andai WhatsApp tidak aman, mengapa China, Rusia, dan beberapa negara lainnya memblokir? Karena, pemerintahnya ingin menyadap obrolan pengguna. Artinya, lanjut Alfons, mereka tidak bisa membongkar enkripsi end-to-end milik WhatsApp.

img_title HP Sering Penuh dan Lambat? Ini 5 Aplikasi yang Bisa Membantu Mengelola Penyimpanan dengan Lebih Efisien

Alfons menilai pemerintah yang negaranya memblokir WhatsApp lantaran tidak memiliki teknologi untuk menembusnya. Menurut dia, WhatsApp secara sengaja tidak memiliki server enkripsi, tetapi hanya user yang memegang kunci enkripsi tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Untuk melindungi data user maka harus melakukan pengamanan yang maksimal. Pengguna, menurut Alfons, harus menyediakan password yang bagus di mana sekiranya tidak mudah ditembus oleh hacker.

img_title Bisnis Makin Dekat dengan Pelanggan Lewat Video Call WhatsApp, Apa Saja Manfaatnya?

"Amankan dengan baik, kasih password yang bagus, dan jangan hanya sekadar 1234. Lalu, kalau mau masuk perangkat baru biasanya ada authentication, minta PIN lewat SMS. Sejauh ini itulah pengamanan terbaik. Belum ada yang bisa bobol," ujar dia.

WhatsApp mendominasi

img_title Sering WhatsApp-an dengan Keluarga? Ini 10 HP yang Cocok untuk ART dengan Harga Rp1 Jutaan

Alfons kembali menegaskan bahwa dirinya belum pernah mendengar WhatsApp ataupun Telegram kebobolan data pengguna. Kalaupun hal itu terjadi, maka akan menjadi isu besar. Dampaknya, seluruh pengguna akan meninggalkan platform tersebut karena merasa tidak aman lagi.

Sebagai catatan, menurut Statista, pengguna WhatsApp hingga Juli 2018 mencapai 1,5 miliar orang. Disusul kemudian 1,3 miliar orang pengguna Facebook Messenger dan 1,04 miliar orang pengguna WeChat. Ini artinya, WhatsApp masih menjadi aplikasi pesan instan terpopuler di dunia.

Selain itu, mengutip Firenewsfeed, selama tiga bulan terakhir pengguna rela menghabiskan waktu bersama WhatsApp sebanyak 85 miliar jam atau 3,5 miliar jam per hari. Angka ini setara dengan 9,5 juta tahun dan 11.425 jam untuk setiap manusia yang ada di Bumi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selanjutnya, pengguna 'hanya' menghabiskan waktunya sebanyak 30 miliar per jam untuk berselancar di media sosial Facebook. Yang menariknya lagi adalah adanya pergeseran kebiasaan pengguna, yang didominasi generasi milenial, di mana sebelumnya doyan berkomunikasi di "media sosial tradisional" seperti Facebook atau Twitter, kini beralih ke WhatsApp.

Pada kesempatan terpisah, Chairman Communication and Information System Security and Research Center (CISSReC), Pratama Persadha mengungkapkan, data yang di-backup di Google Drive tidak akan memiliki perlindungan enkripsi yang sama seperti di platform WhatsApp.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut