Ganjil Genap, Obat Macet Jakarta
- ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Sebagai contoh, ruas Jalan Gatot Subroto pada pukul 05.00-21.00, sebelum diadakan perluasan sistem ganjil genap kecepatan rata-rata 24,3 kilometer per jam. Setelah diberlakukan, kecepatan bisa mencapai 47,72 kilometer per jam.
![]()
Sementara itu, untuk ruas jalan alternatif seperti Perintis Kemerdekaan, sebelum berlaku aturan tersebut bisa mencapai 35,53 kilometer per jam. Namun sesudah aturan berlaku, hanya bisa dicapai kecepatan 29,37 kilometer per jam. Untuk emisi yang dihasilkan mobil, kata Budiyanto, bisa ditekan setelah adanya peraturan pengganti 3 in 1 tersebut. "Pada ruas jalan diberlakukan ganjil genap, emisi karbon dioksida rata-rata turun sebesar 20,3 persen," kata dia.
Atas dasar itu, Budiyanto menyarankan agar kebijakan perluasan ganjil-genap di Ibu Kota yang semula dilakukan untuk menyukseskan Asian Games 2018 bisa dilanjut.
Meski diharap berlanjut, kata dia, ada usulan perubahan waktunya tak sama seperti apa yang diterapkan sekarang. Sejauh ini, kebijakan perluasan ganjil-genap itu baru dilanjutkan sampai Asian Para Games 2018 usai.
"Nanti berlanjut terus. Cuma nanti diusulkan untuk waktunya diubah," kata dia.
Keputusan kebijakan itu diminta tetap berlanjut didapat dari hasil rapat antara pihaknya dengan pihak terkait. Semua pihak sepakat untuk dilanjut, namun jamnya diatur kembali.
"Semua mengatakan berlanjut. Cuma waktunya, kita mengusulkan kalau bisa jangan full day. Hari Senin sampai hari Jumat. Sabtu, Minggu, hari libur nasional kalau bisa ditiadakan. Cuma waktunya dibagi dua, pagi jam 06.00 sampai 10.00, sore 16.00 sampai 21.00,” tambahnya
“Ada yang mengusulkan juga hari Senin sampai Jumat, tapi waktunya 06.00 sampai 20.00. Ada juga yang mengusulkan full day hari Senin sampai hari Minggu, tetapi waktunya ada dua segmen pagi 06.00 sampai 10.00, sore 16.00 sampai 21.00," kata dia menjelaskan.
Dia menjelaskan, ada beberapa hal yang membuat semua pihak sepakat agar kebijakan perluasan ganjil-genap dilanjutkan. Seperti, situasi perubahan yang lalu lintas cukup bagus.
Kecepatan kendaraan mengalami peningkatan, kemudian visio ratio volume mengalami penurunan, kemudian karbondioksidanya ada penurunan. Lalu, alih moda transportasi dari kendaraan pribadi ke angkutan umum ada peningkatan. Kemudian, kecelakaan juga mengalami penurunan.
Budiyanto menambahkan, sebanyak 21.840 lebih pengendara ditindak selama penerapan kebijakan perluasan ganjil-genap di Ibu Kota yang dimulai sejak 1 Agustus hingga 27 Agustus 2018. Mereka ditilang karena melanggar kebijakan tersebut.