Tersentak Rupiah, Produsen Mobil Putar Otak

Ekspor mobil Indonesia
Sumber :
  • REUTERS/Willy Kurniawan

Deretan Mobil Terbaru di GIIAS 2018, Mitsubishi XPander

img_title Mobil Listrik Sudah Murah Tapi Konsumen Masih Ragu, Ternyata Ini Biang Keroknya

“Surat pemesanan kendaraan per 1 Agustus ada kenaikan Rp2 juta. Kami memutuskan naik harga, pertimbangannya adalah exchange rate rupiah yang terus melemah," kata Head of Sales and Marketing Group MMKSI, Imam Choeru Cahya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Komponen lokalnya sudah lebih dari 65 persen, tapi masih ada 35 persennya yang masih impor. Kami belanjanya masih pakai mata uang asing,” dia menambahkan.

img_title Investasi Pabrik Mobil Masih Tersendat, Purbaya Minta Pelaku Industri Langsung Lapor

Berharap dari ekspor

Presiden Jokowi mengaku sudah mengambil beberapa langkah antisipasi, agar rupiah tidak terus melemah. Salah satunya adalah dengan mengimplementasikan biodiesel B20. Mulai 1 September 2018, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum milik Pertamina hanya menjual BBM diesel jenis ini.

img_title Suzuki Nilai Persaingan Industri Otomotif Bergeser, Pangsa Pasar Jadi Rebutan

Langkah lainnya yakni soal Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN). Mengingat, masih banyak produksi dalam negeri yang harus menggunakan bahan baku dari luar negeri atau impor.

Dengan kandungan TKDN yang tinggi, maka produk buatan dalam negeri bisa diekspor dengan harga yang kompetitif. Jika permintaan akan produk Indonesia di luar negeri naik, angka ekspor akan terlihat baik di mata para investor, sehingga investasi bisa mengucur dan rupiah akan menguat.

Pekerja sedang mengecek mobil Kijang Innova di Pabrik Toyota Karawang 1.

Menurut data dari Kementerian Perindustrian, sektor industri otomotif nasional saat menempati urutan dua dalam hal kontribusi terhadap produk domestik bruto non migas pada kuartal pertama 2018, sesudah industri makanan dan minuman.

Jika mengacu pada data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo, angka ekspor kendaraan dalam bentuk utuh atau completely built-up (CBU) pada 2017 sebanyak 231 ribu unit, bentuk terurai atau completely knock-down (CKD) 85 ribu set dan komponen 81 jutaan unit.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jika dilihat pada periode Januari hingga Juli 2017, ekspor kendaraan CBU sebanyak 134 ribu unit, CKD 48 ribu set, dan komponen 45 juta unit. Tahun ini, pada periode yang sama, angka CBU lebih tinggi tiga ribuan unit dan komponen empat jutaan unit.

“Dua tahun lagi, Kemenperin memprediksi angka ekspor kendaraan dalam bentuk CBU akan mencapai 250 ribu unit. Pada 2035, jumlahnya diharapkan bisa menembus 1,5 juta unit,” ungkap Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut