Tersentak Rupiah, Produsen Mobil Putar Otak
- REUTERS/Willy Kurniawan
Salah satu faktor meningkatnya permintaan akan produk mobil buatan Indonesia adalah karena desain serta fiturnya yang sudah mumpuni. Contohnya Xpander, di mana Indonesia menjadi penyedia mobil tersebut untuk pasar dunia.
“Jika dulu ada permintaan sebanyak 20 ribu unit, saat ini jumlahnya sudah naik menjadi 50 ribu unit,” ujar Putu.
Toyota Rush terbaru juga tidak kalah laris di pasaran otomotif luar negeri. Low SUV buatan lokal tersebut sejak April 2018 ekspornya diperluas, dengan negara tujuan seperti Filipina, Timur Tengah, dan negara berkembang lainnya. Sebelumnya, ekspor Rush hanya ke Malaysia.
Selain ekspor, cara lain yang dilakukan pemerintah untuk menekan defisit neraca perdagangan adalah dengan menghentikan sementara kegiatan impor kendaraan berkapasitas mesin 3.000 cc ke atas.
Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto mengatakan, kebutuhan mobil dalam negeri sudah bisa dipenuhi dari para produsen. "Kami saksikan sudah bisa melakukan ekspor. Tidak ada kepentingan lagi untuk impor kendaraan," tuturnya.
Sementara itu, Putu mengaku sudah membuka komunikasi dengan para importir umum yang biasa mendatangkan mobil-mobil berkapasitas mesin besar ke Indonesia.
“Importir dalam kondisi ekonomi ini juga sulit untuk menjual. Sudah ada komunikasi (dengan importir),” ungkapnya.
Saat dikonfirmasi VIVA, Presiden Direktur Prestige Image Motorcars, Rudy Salim, mengatakan belum mengetahui adanya larangan impor tersebut. Namun, ia mengaku memang sedang mengurangi impor.
“Kami juga lagi setop impor dulu. Enggak usah dibuat peraturan itu pun, pasarnya juga berat, karena harganya terlalu mahal,” tuturnya.