Politik Abu-abu Ala Demokrat

Pertemuan ketiga kalinya, SBY dan Prabowo Subianto di Kuningan, Jakarta Selatan.
Sumber :
  • Abror Rizki

Baca: SBY Ingatkan Jokowi Agar Tegur Kepala BIN

img_title Profil Sarwo Edhie Wibowo, Mertua SBY Jenderal Baret Merah Penumpas PKI yang Jadi Pahlawan Nasional

Namun, dijelaskan Ferdinand, untuk Lucas Enembe sudah berkonsultasi dengan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Demokrat, terkait sikap mendukung Jokowi. "Tidak ada yang salah dengan Lukas Enembe. Mengingat, hasil rakorda juga Papua lebih besar dukung Jokowi. DPP pahami betul Papua," ujar Ferdinand kepada VIVA, Senin,10 September 2018.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berikutnya, luka politik AHY>>>

img_title Profil Glenny Kairupan, Purnawirawan TNI yang Dekat Prabowo Kini Jadi Dirut Garuda

Luka politik AHY

Hasil Pertemuan SBY-Prabowo Subianto, Agus Harimurti Yudhoyono AHY, Ibas

img_title Dahulu Pecat Prabowo, Kini Djamari Chaniago Dilantik Jadi Menko Polkam

Opini publik sudah terlanjur melebar dengan isu politik abu-abu Partai Demokrat. Secara administrasi, partai mengusung Prabowo, namun memberikan beri dispendasi pada kader untuk mendukung Jokowi.

Pengamat politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio menilai, sikap politik Partai Demokrat yang terbelah. Ia menganalisis, masih ada kekecewaan kader Partai Demokrat, karena Agus Harimurti Yudhoyono gagal jadi cawapres Prabowo.

"Sejak awal memang, SBY ingin menggolkan AHY menuju pilpres. Tetapi, ini karena mungkin luka politik, ya jadi dinamika," kata Hendri kepada VIVA, Senin 10 September 2018.

Hendri menjelaskan, untuk menjawab isu ini, Partai Demokrat mesti membuktikan sikapnya all out mendukung Prabowo. SBY dan elite Partai Demokrat harus bisa meluruskan opini publik yang sudah melebar dan jadi isu politik menyudutkan partai berlambang Mercy itu.

"SBY harus perjuangkan Prabowo ke kadernya. Tetapi, dilihat juga nanti apakah AHY masuk ke timses Prabowo," ujar Hendri.

Baca: AHY Ultah 10 Agustus, Prabowo Beri Kado Spesial Cawapres?

Pertemuan ketiga kalinya, SBY dan Prabowo Subianto di Kuningan, Jakarta

Kepala Divisi Hukum Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Demokrat, Ferdinand Hutahaean membantah kemungkinan dispendasi ke Lukas Enembe dikaitkan dengan gagalnya AHY jadi cawapres. Menurutnya, Lukas sudah lama berkonsultasi lama dengan DPP Demokrat.

Dia pun meminta, agar opini yang berkembang tak semakin liar. Ia bilang, Partai Demokrat bukan seolah-olah membiarkan kader berbeda pendapat.

"Tetapi, dicarikan formula yang pas, karena partai juga tidak boleh kehilangan suara dan pendukung. Tetapi, juga harus membantu Prabowo memberikan suara," kata Ferdinand.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Baca: Dispensasi ke Jokowi, Gerindra Minta Demokrat Klarifikasi ke Koalisi

Pengamat politik Rico Marbun melihat sikap politik Partai Demokrat aneh. Ia menyindir dengan kasus Lukas Enembe seolah-olah menganggap Pilpres 2019 tak terlalu penting. Padahal, di tingkat pilkada seperti contoh Pilgub DKI, Partai Demokrat mengancam kadernya yang tak total mendukung putusan partai.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut