Politik Abu-abu Ala Demokrat

Pertemuan ketiga kalinya, SBY dan Prabowo Subianto di Kuningan, Jakarta Selatan.
Sumber :
  • Abror Rizki

"Berkali-kali, PD secara resmi mengancam kadernya yang tak mau full mendukung pilihan partai. Anehnya, saat di pilpres tak ada ancaman itu. Ini kan politik abu-abu," ujar Rico kepada VIVA, Senin 10 September 2018.

img_title Tak Hadiri Sidang Tahunan MPR, Doa SBY dari AS: Semoga Indonesia Semakin Maju dan Sejahtera Rakyatnya

Selanjutnya, Demokrat dan koalisi>>>

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Demokrat dan koalisi

img_title Cek Kesehatan di AS, SBY Tak Akan Hadiri Sidang Tahunan dan HUT ke-81 RI

Strategi politik Partai Demokrat yang memberikan dispensasi kepada pengurus DPD, untuk mendukung Jokowi sebagai langkah wajar. Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin mengatakan, untuk menyelamatkan suara di Pileg 2019 dengan bermain dua kaki sebagai opsi pahit, namun harus dilakukan.

"Karena itu, simpanlah telur di keranjang yang berbeda, agar tidak pecah semuanya. Demokrat tahu apa yang harus dilakukan," ujar Ujang, Senin 10 September 2018.

img_title 5 Juli 2004: Pemilu Pertama di Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono Terpilih Menjadi Presiden

Ujang mengingatkan, dalam parcaturan politik adalah kekuasaan dan menang. Partai Demokrat tentu tak ingin gagal di Pileg dan Pilpres 2019.

Baca: Tim Kampanye Jokowi Tanggapi Santai Anggapan Demokrat Main 'Dua kaki'

Ia menganalisa, jika Partai Demokrat ingin menjaga suara di Pileg 2019, harus all out. Sebab, Pemilu 2019, menjadi pertaruhan partai, karena rangkaian pemilu yang digelar serentak.

"Tetapi, tidak untuk Pilpres 2019. Pilpres 2019 bagi Demokrat tidak terlalu menguntungkan, maka beberapa kader Demokrat diberi kebebasan loncat pagar," jelas Ujang.

Bakal calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto (kiri) dan Sandiaga Uno (kanan) memberikan keterangan pers di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta

Analisa berbeda disampaikan Pengamat Politik Hendri Satrio. Bagi Hendri, koalisi Prabowo-Sandi harus tetap jalan, meski tanpa dukungan Partai Demokrat di lapangan. Dengan kalkulasi dukungan PKS dan PAN, Prabowo-Sandi sudah bisa bergerak.

"Apakah, Demokrat hanya melengkapi syarat administratif usung Prabowo? Ya, koalisi Prabowo harus tetap jalan. Kalau Prabowo menang, yang rugi juga Demokrat kan nanti," tutur Hendri.

Baca: Dukung Jokowi, Lukas Enembe Diproses di Komisi Pengawas Demokrat

Elite koalisi Prabowo berharap, Partai Demokrat punya penjelasan bijak terkait isu politik dua kaki yang menjadi isu panas. Wakil Sekretaris Jenderal PAN, Saleh Daulay mengingatkan koalisi harus solid.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya, bila ada strategi terkait, maka harus menguatkan dukungan terhadap Prabowo-Sandi di Pilpres 2019. Demikian juga, berlaku untuk Partai Demokrat tanpa harus membuat salah paham partai sesama koalisi.

"Jangan sampai, isu dispensasi ke DPD Papua jadi bola liar. Demokrat harus bisa jelaskan. Di satu sisi, koalisi juga harus solid," sebut Saleh. (asp)

Presiden RI Prabowo Subianto di puncak peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat

Cerita Prabowo Satu Angkatan Akmil Bareng SBY, Ikuti Jejak Bikin Partai Lalu Jadi Presiden

Prabowo Subianto menceritakan pengalamannya satu angkatan di akademi militer (akmil) dengan Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) namun SBY lulus duluan

img_title
VIVA.co.id
10 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut