Abrakadabra Jack Ma
- www.alizila.com
![]()
Keputusan Jack Ma untuk pensiun dini dinilai memang tak lazim bagi industri e-commerce. Bagaimana tidak, saat ini Alibaba bisa dibilang sedang jaya-jayanya, tapi kok Jack Ma rela pensiun dan memilih fokus pada tantangan lainnya.
Sementara itu, beberapa bos perusahaan kelas dunia memilih pensiun kala usia mereka sudah senja untuk mengelola perusahaan.
Sebenarnya, langkah Jack Ma untuk melepas posisinya sudah terbaca sejak lima tahun lalu. Dikutip dari Global Times, pada 2013, dia menyerahkan jabatan kepala eksekutif Alibaba Group serta jabatan utama lainnya termasuk di Taobao dan TMall kepada eksekutif perusahaan yang ada.
Bagi analis dan pengamat pasar, langkah Jack Ma itu sebagai cara dia untuk membangun sistem manajemen perusahaan menjadi lebih baik. Tapi, apa yang dilakukan Jack Ma itu dibaca oleh media sebagai langkah pensiun dini.Â
Analis industri yang bernama pendek, Lu mengatakan, langkah Jack Ma itu membuat manajemen internal Alibaba menjadi relatif matang.Â
"Ma membuat sistem perusahaan menjadi 'go public' dan secara resmi melepaskan diri dari operasional perusahaan sehari-hari," jelas Lu.Â
Selain itu, Lu membaca, langkah Jack Ma ini juga dalam rangka membuat struktur manajemen Alibaba menjadi lebih transparan.Â
Seorang pakar industri independen berbasis di Beijing, Liu Dingding menilai langkah Jack Ma itu bisa berdampak pada kepercayaan beberapa investor terhadap Jack Ma dalam jangka pendek.Â
Pada Jumat lalu, saham Alibaba meningkat 1,56 persen. Tapi setelah muncul pemberitaan soal kemungkinan pensiun Jack Ma, saham Alibaba jatuh 2,34 persen.
Untungkan Indonesia
Pensiun dini Jack Ma itu menjadi pelajaran penting bagi industri e-commerce Tanah Air. Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Ignatius Untung menilai, langkah itu malah bagus bagi regenerasi perusahaan. Tanpa Jack Ma di jajaran kepemimpinan perusahaan, semua akan mengakui Jack Ma adalah ikon Alibaba.Â
"Saya rasa positif-positif saja ya. Karena ini akan membuka kesempatan bagi tim Alibaba untuk bisa step up (melangkah maju)," ujarnya.Â
Ignatius menilai Jack Ma memang punya prioritas dan tantangan lain setelah sukses menduniakan Alibaba.Â