Abrakadabra Jack Ma
- www.alizila.com
Bagi Indonesia, dinamika Alibaba dan Jack Ma, menurut pria yang menjabat country general manager Rumah123.com itu bisa jadi cermin positif. Sebab, dengan mundurnya Jack Ma dari kepengurusan aktif Alibaba akan menguntungkan bagi Indonesia.Â
![]()
Sebelumnya, Jack Ma telah digaet pemerintah untuk menjadi penasihat komite e-commerce Indonesia.Â
"Dengan mundur, Jack Ma kan mengurangi potensi conflict of interest, mengingat Alibaba Group juga diakses konsumen Indonesia, baik melalui platform e-commerce yang dimiliki Alibaba dan juga platform Alibaba di China yang diakses konsumen lokal," jelas Ignatius.Â
Dampak pensiunnya Jack Ma bagi industri e-commerce Indonesia, menurut petinggi iDEA tersebut, tak ada secara langsung. Status bos Alibaba yang hanya sebagai penasihat tak akan mengguncang industri di Tanah Air. Sebab, Jack Ma bukan pengambil keputusan.Â
"Artinya tak ada kewajiban bagi pemerintah untuk menurutinya," kata Ignatius.Â
Siapa tak silau dengan nama Alibaba dengan sentuhan tangan sulap Jack Ma.Â
Betapa tidak, dalam pasar e-commerce dunia, nama Alibaba sudah disejajarkan dengan Amazon. Performa Alibaba tak lepas dari kemampuan Jack Ma menyulap perusahaan ini. Mantra abrakadabra Jack Ma terbukti mampu menyulap Alibaba menjadi kelas dunia.
Awalnya, Alibaba diluncurkan pada 1999 sebagai portal e-commerce business to business (B2B) untuk menghubungkan manufaktur China dengan pembeli dari luar Negeri Tirai Bambu tersebut. Pada 2003, Alibaba melebarkan sayap bisnisnya ke segmen marketplace e-commerce consumer to consumer (C2C) dengan mendirikan Taobao. Bisnis makin moncer, pada 2008, Alibaba melengkapi portofolionya dengan menghadirkan platform retail daring business to consumer (B2C) dengan TMall.Â
Taobao merupakan marketplace yang menyerupai eBay, sedangkan TMall menyasar konsumen kaya dengan produk dan belanja rasa premium.
Masing-masing segmen bisnis Alibaba itu memimpin pangsa di China, pasar yang terbesar di belahan dunia.Â
Menurut data yang dihimpun Statistica per semester pertama 2018, Alibaba perkasa dalam raihan pangsa pasar di China, dengan jumlah 58,2 persen, jauh mengalahkan kompetitornya yakni JD.com (16,3 persen), Pinduoduo (5,2 persen), Suning (1.9 persen), Vip.com (1,8 persen), Gome (0,7 persen), Amazon China (0,7 persen), dan lainnya.Â