Harga Mobil Digebuk Dolar
- VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar
"Ini sangat berpengaruh terhadap harga mobil, karena sebagian besar komponen dan bahan baku mobil yang ada di sini masih dalam bentuk dolar. Ini kalau dolar masih bertahan tinggi dalam jangka lama, mungkin APM perlu melakukan penyesuaian (harga) lagi," kata dia, ditemui di Jakarta.
Soal besaran, semua tentu dikembalikan ke masing-masing APM. Sebab ada produk yang kandungan lokalnya sudah tinggi, ada yang stok impornya tinggi dan ada yang sedikit.
"Kalau tidak dinaikkan mereka akan susah bertahan. Jadi pasti nanti ada adjustment. Adjustment-nya berapa besar dan berapa cepat, ini tergantung dari merek-merek tersebut," tutur dia.
Daya Beli Menurun?
Logika sederhana apabila harga barang naik tentu permintaan makin menurun. Tetapi hal itu dikatakan masih belum terjadi di sektor otomotif, walaupun potensi ke arah sana tetap ada.
Direktur PT. Mandiri Tunas Finance (MTF) Harjanto Tjitohardjojo mengatakan, permintaan masyarakat akan kendaraan baru hingga kini masih baik. Tetapi semua tentu berubah jika pelemahan rupiah terus terjadi alias berkepanjangan.
"Sampai hari ini tidak ada (dampaknya). Cuma tantangan apakah kurs akan bergerak terus? Sebab risikonya harga kendaraan akan naik, otomatis orang mikir-mikir untuk beli. Tapi sampai sekarang tidak (ada dampaknya)," ujarnya di Jakarta Selatan.
Sebenarnya yang diharapkan oleh para pelaku industri otomotif bukan soal pelemahan atau penguatan rupiah, melainkan kestabilan. Sebab dengan begitu, para pelaku industri bisa menyusun rencana bisnisnya dengan lebih baik.
"Harga kendaraan naik karena komponennya kan masih ada yang impor. Harapan kami rupiah ini stabil, sehingga kami bikin program lebih panjang. Soal tinggi rendahnya itu relatif. Waktu suku bunga 13 persen kita masih bisa jualan, tapi kalau suku bunga kecil memang kita bisa jualan lebih banyak," ungkap dia.
Namun demikian, Harjanto masih tetap optimis terhadap pasar otomotif Indonesia ke depannya. Sebab, saat ini rasio jumlah kendaraan di Indonesia masih tergolong rendah dibandingkan negara tetangga.
BMW-Mercy Kebal
Walau banyak APM yang kena pengaruh dolar yang kian perkasa, namun tidak halnya dengan jenama-jenama mobil mewah yang satu ini.