Harga Mobil Digebuk Dolar

Suzuki Ignis di IIMS 2017
Sumber :
  • VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar

Vice President Corporate Communication BMW Group Indonesia, Jodie O'tania mengatakan, belum ada pengaruh besar dari melemahnya rupiah untuk bisnis BMW di Indonesia.

img_title Rupiah Makin Loyo, Dolar AS Masih Tembus Rp18.000, Ini Biang Keroknya

"Kalau bicara soal dampak dolar, pasti ada. BMW akan melakukan berbagai strategi untuk meminimalkan dampak tersebut," kata Jodie di Sunter, Jakarta Utara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menjelaskan, sebagian besar transaksi dari bisnis BMW Group di Indonesia menggunakan mata uang Euro. Sehingga, mereka masih bisa menahan harga jual mobil buatan Jerman tersebut di Indonesia.

img_title Penyebab Rupiah Melemah Hari Ini, Serangan di Arab Saudi hingga Harga Minyak Dunia Meroket Jadi Biang Kerok

"Sebagian besar masih menggunakan Euro. Dan kalau dilihat, nilai mata uang Euro masih menguat. Terkait harga, kami juga belum berencana melakukan perubahan," tuturnya.

Senada, hal itu turut disampaikan Deputy Director Sales Operation and Product Management Mercedes-Benz Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto.

img_title Rupiah Melemah ke Rp17.918 per Dolar AS, Pasar Waspadai Data Inflasi AS

"Kalau dari sisi harga kendaraan, kenaikan dolar tidak serta merta menaikkan harga kendaraan CBU kami, apalagi kalau kenaikannya bersifat sementara atau sesaat," ujarnya saat dihubungi VIVA.

Ilustrasi rupiah dan dolar

Rupiah Melemah ke Rp18.080 per Dolar AS, Konflik Houthi dan Harga Minyak Jadi Sorotan

Rupiah sore hari ini ditutup melemah ke Rp18.080 per dolar AS akibat kekhawatiran pasokan energi global, kenaikan harga minyak, dan tekanan fiskal Indonesia.

img_title
VIVA.co.id
23 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut