Harga Mobil Digebuk Dolar
- VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar
Vice President Corporate Communication BMW Group Indonesia, Jodie O'tania mengatakan, belum ada pengaruh besar dari melemahnya rupiah untuk bisnis BMW di Indonesia.
"Kalau bicara soal dampak dolar, pasti ada. BMW akan melakukan berbagai strategi untuk meminimalkan dampak tersebut," kata Jodie di Sunter, Jakarta Utara.
Ia menjelaskan, sebagian besar transaksi dari bisnis BMW Group di Indonesia menggunakan mata uang Euro. Sehingga, mereka masih bisa menahan harga jual mobil buatan Jerman tersebut di Indonesia.
"Sebagian besar masih menggunakan Euro. Dan kalau dilihat, nilai mata uang Euro masih menguat. Terkait harga, kami juga belum berencana melakukan perubahan," tuturnya.
Senada, hal itu turut disampaikan Deputy Director Sales Operation and Product Management Mercedes-Benz Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto.
"Kalau dari sisi harga kendaraan, kenaikan dolar tidak serta merta menaikkan harga kendaraan CBU kami, apalagi kalau kenaikannya bersifat sementara atau sesaat," ujarnya saat dihubungi VIVA.