Sengkarut Jutaan Daftar Pemilih Ganda
- ANTARA/Irsan Mulyadi
Ia menuturkan, selain mengecek di lapangan, Bawaslu juga akui harus terjun hingga ke makam-makam untuk memastikan data orang yang telah meninggal betul dan jelas. Hal itu terjadi di Sulawesi Barat dan Jambi, agar semua terkonfirmasi dengan benar.
PKS Klaim 6,3 Juta Pemilih Ganda
![]()
Sementara partai koalisi capres-cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno menemukan dugaan adanya 6,3 juta pemilih ganda dalam daftar pemilih tetap. Jumlah tersebut lebih rendah dari data sebelumnya, yang diklaim mencapai 25 juta orang dari 137 juta data daftar pemilih sementara dari KPU.Â
Wakil Direktur Data dan Informasi PKS, Pipin Sopian, mengonfirmasi temuan partai koalisi terkait data pemilih ganda. Penemuan data 6,3 juta pemilih ganda ini bersumber dari DPT yang diberikan oleh KPU pada 5 September 2018, dengan jumlah pemilih mencapai 185 juta.Â
"Sebelumnya yang 25 juta itu memang data DPS yang diterima pada 12 Juli 2018 dari 137 juta pemilih. Yang sekarang 6,3 juta data ganda dari DPT KPU diterima 5 September 2018," jelas Pipin dalam ILC, di tvOne, Selasa 11 September 2018.
Ia mengungkapkan, dalam mengecek data DPT tersebut pihak IT PKS kembali memasukkan empat elemen dalam softwear yaitu data NIK, Nama, Tanggal Lahir dan Tempat Lahir.
"Data DPT yang diberikan KPU memang dikunci empat angka akhir dari NIK untuk jaga privasi, tapi kami tambah elemen krosceknya dalam softwear dari DPS lalu tiga elemen, tambah satu, yaitu tempat lahir dan ditemukanlah data itu," katanya.
Karena itu Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mendesak agar segera dilakukan perbaikan data pemilih tetap. Hal ini perlu dilakukan agar pemilu bisa berlangsung bersih, jujur, dan adil. Â
"Kami semua parpol peserta Pemilu 2019 dan kami semua parpol pengusung Prabowo-Sandiaga, termasuk pengusung Jokowi-Ma'ruf Amin juga berharap agar pemilu berlangsung bersih, jujur dan adil. Dan semua warga negara bisa gunakan hak pilih," ujar Muzani.
Cegah KecuranganÂ
![]()
Kekacauan pendataan daftar pemilih tetap Pemilu 2019Â menjadi sorotan DPR. Ketua DPR Bambang Soesatyo, meminta Komisi Pemilihan Umum segera melakukan verifikasi dan pemutakhiran terhadap temuan data pemilih ganda dalam daftar pemilih tetap untuk mencegah kecurangan.