Polemik Dakwah di Dunia Malam

Gus Miftah saat ceramah di diskotek Bali
Sumber :
  • istimewa

VIVA – Sebuah video viral. Isinya seorang pria dalam balutan baju koko warna putih dipadu dengan celana warna krem berdiri di atas panggung sebuah diskotik di Pulau Dewata.

img_title Gus Miftah Terjun Langsung ke NTT Bantu Korban Gempa, Dapat Amanah Khusus dari Presiden Prabowo

Pria berambut gondrong lengkap dengan penutup kepala itu berdiri dan berdakwah di hadapan wanita-wanita pesolek berbusana seksi, mengumbar aurat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah satu akun gosip terkenal di Indonesia telah mengunggah videonya empat hari lalu yang hingga Kamis, 13 September 2018, ditonton lebih dari 2,4 juta kali, dengan 13.600-an komentar beragam. Dan pria dalam video yang telah beredar luas itu adalah seorang ustaz kondang asal Yogyakarta bernama Gus Miftah Maulana Habiburrohman.  

img_title Gus Miftah Berharap Muktamar NU ke-35 Jadi Momentum Perkuat Khidmah dan Persatuan

Ustaz nyentrik yang tinggal di Kalasan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta itu adalah pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji Tundan Yogyakarta. Pemilihan tempat berdakwahnya memang tak lazim. Namun, itu bukan hal baru bagi masyarakat Yogyakarta.

Dia sebelumnya pernah melakukan 'kunjungan keagamaan' ke sebuah lokalisasi tersohor di provinsi tersebut, yakni di Pasar Kembang atau populer disebut Sarkem. Di Sarkem, dia ternyata rutin melakukan dakwah saban Ramadan.

img_title Sowan ke PWNU Sulteng, Gus Salam Bertukar Ilmu soal Strategi Dakwah

Didukung MUI dan NU

Soal metode dakwahnya di tempat hiburan malam dan tempat prostitusi, Gus Miftah mengaku belum berkoordinasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Namun, dia telah meminta fatwa dan petunjuk dari gurunya, Habib Muhammad Lutfi bin Yahya.

"Waktu itu saya matur ke kediaman beliau. Beliau menjawab, kalau yang bisa melakukan itu saya, teruskan saja, tidak apa-apa. Tapi yang penting adalah menjaga niat," kata dia yang melakukan dakwah secara sukarela.  

Gus Miftah Maulana Habiburrohman

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, setelah videonya viral, Gus Miftah justru mendapat pujian dari MUI. Wakil Ketua Umum MUI, Zainut Tauhid Sa'adi mengatakan bahwa berdakwah di diskotik atau tempat prostitusi nilainya lebih mulia dibanding berdakwah di tempat dan komunitas yang baik, namun isi dakwahnya penuh ujaran kebencian, fitnah, dan mengadu domba kelompok masyarakat.

Menurutnya, siapa pun bisa menjadi sasaran dakwah. Artinya, sasaran dakwah tidak terbatas hanya pada kelompok masyarakat yang sudah baik, tetapi juga kepada kelompok masyarakat yang belum baik.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut