Polemik Dakwah di Dunia Malam

Gus Miftah saat ceramah di diskotek Bali
Sumber :
  • istimewa

"Bahkan menurut saya, justru kelompok ini yang perlu mendapatkan perhatian khusus. Misalnya, daerah lokalisasi, kampung narkoba, tempat-tempat perjudian, kelab malam atau daerah remang-remang yang penuh dengan kemaksiatan," ucap dia.

img_title Jejak Kontroversi Gus Miftah: Klaim Keturunan Kiai, Hina Penjual Es Teh hingga Kini Terseret Dugaan Korupsi

Untuk itu, lembaga yang mewadahi para ulama, zu'ama, dan cendekiawan Muslim di Tanah Air ini memberikan dukungan kepada ustaz, kiai atau ulama yang berani berdakwah di tempat-tempat tak lazim seperti yang dilakukan Gus Miftah. Namun syaratnya, dakwah dilakukan dengan cara yang benar, shahih, niat baik, ikhlas, tidak menodai kesucian agama Islam atau memperolok-olok agama sebagai bahan ejekan (istihza).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Setali tiga uang dengan MUI, Nahdlatul Ulama (NU) juga tak keberatan dakwah dilakukan di mana pun. Namun, Ketua Pengurus Besar NU Robikin Emhas mengingatkan bahwa aktivitas dakwah perlu memperhatikan kaidah dan etika, yakni lemah lembut dan bijaksana dengan mempertimbangkan kondisi sosial serta budaya masyarakat setempat, termasuk dakwah di tempat hiburan malam.

img_title Asal-usul Gus Miftah: Pernah Ngaku Keturunan Kiai, Kini Terseret Dugaan Korupsi

"Jika ada pihak yang melarang atau menganjurkan dakwah di tempat-tempat semacam itu perlu dipertanyakan basis moral atau alasannya. Bukankah dakwah adalah mengajak masyarakat bergerak mina al-dlulumati ila an-nur; dari kegelapan menuju pancaran sinar Tuhan?" ujarnya.

Bahkan seorang figur publik Denny Wahyudi atau lebih akrab dikenal dengan nama Denny Cagur juga tidak mempermasalahkan dakwah tersebut dilakukan di diskotik. Dia berharap, pesan yang disampaikan Gus Miftah bisa diterima dengan baik oleh pengunjung diskotik.

img_title Gus Miftah Diduga Terima Aliran Dana Rp100 Juta, Honor Ceramah Puluhan Juta Jadi Sorotan

"Mudah-mudahan pesan yang disampaikan bisa diterima baik sama yang mendengarkannya. Jadi tempatnya di mana pun, kalau pesan yang disampaikan, cara yang dimaksudkan positif, mudah-mudahan bisa diterima dengan baik," katanya kepada VIVA.

Dicaci

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kendati dilakukan dengan sukarela dan niatnya mulia serta mendapat dukungan dan pujian sejumlah pihak, namun yang mengkritik dan mencacinya pun tak sedikit. Salah satunya, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa atau GNPF Ulama yang mengkritik keras pilihan serta gaya dakwah Ustaz Gus Miftah.

Ketua GNPF Ulama Yusuf Muhammad Martak mengatakan, tidak tepat berdakwah di tempat remang-remang. Dia menuding, Gus Miftah melakukan itu hanya ingin terlihat berbeda dibanding pendakwah lainnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut