Mobil Mewah Sengaja Dimatikan

Lamborghini Club Indonesia.
Sumber :
  • VIVA/Jeffry Yanto

Dari data Gaikindo, penjualan per tahun mobil berkapasitas di atas 3.000cc di Nusantara hanya berkisar 0,1 persen. Nangoi juga menyatakan, sangat mungkin aturan ini hanya bersifat sementara.

img_title C-Class Terbaru Kebanyakan Pintar, Cari Parkiran Tinggal Ngomong

"Mungkin dalam waktu sementara atau tidak selamanya. Tujuannya kan untuk atasi rupiah yang lemah terhadap dolar. Kondisi ini tidak bersifat permanen," katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu Ketua I Gaikindo Jongkie D Sugiarto mengatakan, meski mendukung pembatasan impor kendaraan mewah, pihaknya berharap kategori kendaraan mewah sebaiknya tidak hanya didasari oleh kapasitas mesin, tetapi juga dilihat juga dari harga jualnya.

img_title Pintu Buka Sendiri dan Kulkas di Dalam, Ini Genesis GV90 yang Baru Meluncur

"Cuma harus ditetapkan kriterianya, karena cc (kapasitas) mesin saat ini sudah tidak bisa dijadikan ukuran mewah. Mobil dengan cc kecil bisa memperoleh engine power yang besar dan harga mobilnya bisa mahal. Begitu juga sebaliknya, mobil dengan cc mesin besar tapi harganya mobilnya murah," kata Jongkie.

Genjot Produksi Lokal

img_title Bikin Resah di Jalan, Puluhan Mobil Mewah Disita Polisi

Kebijakan pemerintah terkait hal ini tak berdampak bagi dua jenama yang dikenal menjual beragam mobil mewah, BMW dan Mercedes-Benz. Lantaran keduanya sudah banyak memproduksi secara lokal mobil-mobilnya di Indonesia.

Deputy Director Sales Operation and Product Management Mercedes-Benz Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto mengatakan, kebijakan tersebut belum memiliki dampak terhadap Mercedes-Benz di Indonesia, lantaran sudah memiliki pabrik perakitan di Bogor, Jawa Barat.

"Mobil Mercedes-Benz 85 persen dirakit di sini, 15 persen yang diimpor. Kendaraan CBU merupakan pelengkap saja dalam portofolio produk kami," ujar Kariyanto saat dihubungi VIVA.

Hal senada disampaikan Vice President Corporate Communication BMW Group Indonesia, Jodie O'tania. Ia menjelaskan, pembatasan impor untuk mobil mewah belum akan berdampak bagi BMW Group Indonesia, karena sudah ada deretan produk yang dirakit secara lokal.

"Sampai saat ini, ada enam model yang dirakit lokal. Lebih dari 80 persen kendaraan BMW yang dijual di Indonesia merupakan rakitan lokal," kata Jodie di Sunter, Jakarta Utara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, kata Jodie, mobil bemesin 3.000 cc ke atas yang dijual BMW di Indonesia hanya satu model, yakni M5, dan jumlahnya terbatas.

Jika mengacu pada pernyataan Menperin Airlangga, apa yang dilakukan BMW dan Mercy tentu sesuai yang diharapkan pemerintah, yakni sekaligus memantik para produsen otomotif untuk memproduksi barangnya di Tanah Air.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut