Menyusuri Singkawang, Tiongkok Masa Silam

Rumah Keluarga Tjhia, Singkawang
Sumber :
  • VIVA.co.id/Rochimawati

Sebagai pekerja keras, Xie kemudian mengarap hutan belantara menjadi perkebunan mulai dari kelapa, palawija hingga buah-buahan. Akhirnya ia pun mendapat pengakuan dari Belanda dan diminta menggarap lahan lainnya. 

img_title Teror Bom Terjadi Lagi, Menag Minta Intelijen Proaktif

Xie kemudian mendapat hibah tanah yang berada di pinggir sungai Singkawang. Ia pun membangun rumah yang sampai saat ini masih berdiri kokoh. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Setiap sudut rumah Tjhia memang masih terlihat terawat dengan baik. Kayu yang kokoh membuat bangunan ini bertahan hingga saat ini dan mendapat pengesahan sebagai bangunan cagar budaya. 

img_title Usai Teror Bom di Vihara, Situasi Singkawang Dipastikan Aman

Kelenteng tertua 

Kelenteng atau vihara yang didirikan pada 1878 ini diyakini sebagai tempat peribadatan umat Tri Dharma tertua di Singkawang. Menurut kepercayaan orang Tionghoa, setiap hutan konon memiliki roh penjaga yang melindungi kawasan itu. 

img_title Pelempar Bom Molotov ke Vihara Singkawang Dua Orang

Sebab itulah kelenteng untuk peribadatan terhadap Dewa Bumi Raya (Tuah Peh Kong) dibangun sebagai perlindungnya. Awalnya vihara atau kelenteng ini hanyalah pondok sederhana tempat transit orang dari luar Singkawang.

Vihara Tri Dharma Bumi Raya, Singkawang

Baru sekitar 1930 dibangun kelenteng yang permanen. “Namun saat kebakaran besar pada 1930, kelenteng juga ikut terbakar. Tiga tahun kemudian dibangun lagi,” kata Amin, penjaga kelenteng Tri Dharma Bumi Raya. 

Pembangunan kelenteng yang berada tepat di pusat kota Singkawang ini sempat dilarang penguasa Belanda. Namun akhirnya mendapat izin, setelah konon penguasa Belanda mendapat mimpi dari Tuah Peh Kong. 

Memasuki kelenteng ini, di sisi kiri dan kanan terletak patung Dewa Kok Sin Bong dan On Chi Siu Bong, sedangkan di bagian tengah terdapat patung Buddha Gautama. 

Tempat sembahyang berada di bagian tengah kelenteng yang sudah menjadi bangunan Cagar Budaya ini. Adapun yang membedakan kelenteng ini dengan yang lain adalah keberadaan Ru Yi atau simbol  kekuasaan dan keberuntungan di tangan kanan patung Tua Peh Kong. 

Setiap perayaan Cap Go Meh, kelenteng ini ramai dikunjungi ribuan umat Tri Dharma. Mereka tidak hanya datang dari Singkawang bahkan dari Malaysia dan Singapura juga kota lain di Indonesia. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Vihara Chi Kung 

Selain mengunjungi vihara atau kelenteng tertua di Singkawan, satu vihara yang patut dikunjungi adalah Vihara Chi Kung. Berbeda dengan Kelenteng Tri Dharma yang terkesan kuno, vihara Chi Kung atau Ji Gong House lebih menonjolkan sisi kemegahan dan modern. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut