Drama Kebohongan Ratna Sarumpaet
- ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Meski Ratna sudah mengakui kebohongannya dan meminta maaf, kasus ini belum tentu selesai dengan mudah. Polisi mengatakan menerima pengaduan dari masyarakat yang tak terima terjadinya kebohongan dan pembodohan publik. Salah satu pelapor adalah sekelompok orang yang menyebut diri mereka, Cyber Indonesia. Rabu, 3 Oktober 2018, polisi resmi menerima laporan mereka atas penyebaran berita bohong atau hoax soal dugaan penganiayaan aktivis Ratna Sarumpaet. Salah satu arang bukti yang disertai adalah pernyataan calon Presiden Prabowo Sunianto. Laporan ini diterima Polda Metro dengan nomor LP/5315/X/2018/PMJ/Dit. Reskrimsus.
"Yang pasti bahwa hari ini kami laporkan beberapa akun medsos itu, di antaranya sejumlah tokoh terkait pernyataan Prabowo di media kemarin malam. Itu kami jadikan barbuk (barang bukti) dan media online juga kami jadikan barbuk, Sandi juga sama," kata Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Alaidid di Mapolda Metro Jaya, Rabu 3 Oktober 2018.
Mereka yang jadi terlapor adalah Ratna Sarumpaet, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon, Koordinator Juru Bicara Tim Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga Dahnil Anzar Simanjuntak, politikus Partai Gerindra Rachel Maryam dan Habiburokhman, serta Elite Demokrat Ferdinand Hutahean. Selain itu, pasangan capres dan cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno juga dilaporkan.
Dengan adanya kasus ini, dia meminta pihak calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto untuk hati-hati dalam memberikan pernyataan ke masyarakat. Hal itu tentu bisa membuat gaduh situasi politik, apalagi saat ini masa kampanye Pemilihan Presiden dan Pemilu Legislatif 2019.
Kasus ini juga dinilai menjatuhkan Prabowo. Ketua tim pemenangan kampanye Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menilai buntut hoax penganiayaan Ratna ini berdampak buruk bagi Prabowo-Sandiaga Uno. “Apa yang dilakukan Ratna Sarumpaet itu bunuh diri politik. Termasuk Sandiaga Uno dan Amien Rais,” ujar Dedi di Bandung, Jawa Barat, Rabu, 3 Oktober 2018.
Dedi menambahkan, capres Prabowo juga dipastikan mendapat efek domino karena merespons berita hoax tersebut. Seharusnya, sebagai capres, Prabowo bisa lebih bijak dalam bersikap.
Satu per satu para tokoh yang sempat ikut percaya akhirnya meminta maaf, mereka mengaku terluka dan kecewa dengan apa yang dilakukan Ratna. Mulai dari Rachel Maryam, Hanum Rais, hingga Rizal Ramli dan Fahira Idris menyampaikan permohonaan maaf dan kekecewaan mereka. Bahkan Prabowo Subianto juga menyampaikan permintaan maafnya karena termakan hoax.