HIV Positif Bukan Akhir Segalanya
- VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar
HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus, yang merupakan virus yang dapat menyebabkan AIDS. Jika Anda terinfeksi HIV, Anda akan dikatakan sebagai HIV+ atau HIV positif.
"HIV menyerang sistem kekebalan tubuh, yang mana adalah pertahanan tubuh terhadap penyakit. Jika sistem kekebalan tubuh seseorang telah dirusak oleh virus, maka akan mengembangkan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). Ini berarti mereka akan mendapatkan infeksi dan penyakit yang mana tubuh mereka biasanya bisa melawan," demikian dikutip dari mhahs.org.au.
Infeksi yang menyerang di saat kekebalan tubuh menurun itu dikenal dengan infeksi opportunistik. Contohnya adalah Tuberkulosis (TB), jamur, Pneumocystis pneumonia (PCP) dan sebagainya.
"Kondisi di mana infeksi opportunistik menyerang tubuh ODHA ini lah yang disebut dengan nama AIDS," seperti dikutip dari odhaberhaksehat.org.
Perlu digarisbawahi bahwa didiagnosis menderita HIV bukan berarti seseorang memiliki AIDS atau mereka akan meninggal. Perawatan akan memperlambat kerusakan pada sistem kekebalan tubuh sehingga orang dengan HIV dapat tetap dalam kondisi baik dan sehat. Treatment atau perawatan terbaik bagi ODHA adalah dengan menggunakan ARV.
Masih ada harapan
Menurut World Health Organization (WHO) atau Organisasi Kesehatan Dunia, terapi ARV memang tidak bisa menyembuhkan HIV, namun bisa menyelamatkan hidup ODHA, dengan cara mengurangi jumlah HIV di dalam tubuh, melindungi sistem kekebalan tuh, mencegah HIV berkembang menjadi AIDS dan mengurangi risiko penularan HIV.
Mereka yang terdeteksi HIV sangat dianjurkan segera mengonsumsi obat ini. Pengurangan besar terlihat pada tingkat kematian dan infeksi terutama pada penderita HIV tahap awal yang melakukan perawatan ARV. Sedangkan mereka yang telah berada di stadium lanjut bisa melakukan terapi yang terdiri dari kombinasi obat ARV untuk memaksimalkan penekanan virus HIV dan menghentikan perkembangan penyakit HIV.
![]()
Terapi ini juga mampu mencegah penularan HIV selanjutnya. WHO merekomendasikan terapi ARV untuk semua ODHA sesegera mungkin setelah diagnosis.
Pakar HIV Dr. dr. Evy Yunihastuti mengatakan, ODHA yang melakukan treatment dengan ARV bisa hidup seperti orang normal karena virusnya bisa tidak terdeteksi dan CD4-nya (kekebalan tubuhnya) kembali normal. Dengan treatment ARV, ODHA yang ingin hamil atau sedang hamil pun bisa melahirkan bayi yang sehat.