Membanting Bullying di Media Sosial
- www.instagram-press.com
Berikutnya, algoritma dan fitur bisu>>>
Algoritma dan fitur bisu
Twitter juga merasa bertanggung jawab moral untuk memberantas perundungan di platformnya. Media sosial mikroblog ini mengaku bekerja keras mengidentifikasi akun yang merundung dan kasar ,serta merendahkan akun lainnya. Bahkan, jika perilaku negatif ini belum dilaporkan, Twitter berinisiatif menindaknya.Â
Begitu menemukan akun yang berperilaku ofensif itu, Twitter membatasi fungsi akun tersebut dalam kurun waktu tertentu.
General Manager, Consumer Product and Engineering Twitter, Ed Ho mengatakan, mereka akan mengambil tindakan atas akun berdasarkan algoritma dan melewati batas di Twitter. Metode itu memang terbilang baru, tetapi Ed Ho mengharapkan, pengguna bisa proaktif memberikan masukan, serta perbaikan ke Twitter.Â
"Platform ini mendukung kebebasan setiap pengguna untuk berbagi sudut pandang, tetapi jika sebuah akun berulang kali melanggar peraturan Twitter, kami akan mempertimbangkan untuk mengambil tindakan lebih lanjut," tulis Ed Ho.Â
Untuk melawan perundungan, Twitter memperluas serangkaian tool, di antaranya filter bisu (membisukan) yang sudah dirilis sejak November 2016.Â
Dengan fitur mute ini, pengguna bisa membisukan kata kunci, frasa atau keseluruhan dari notifikasi. Pengguna bisa mengatur pembisuan konten, bisa sehari, sepekan, sebulan atau selamanya.Â
Selain itu, Twitter memberikan tool yang mana pengguna bisa terus berkala memantau dan menerima hasil tindakan yang dilakukan Twitter. Media sosial ini akan terus melaporkan diri ke kamu, jika memang telah melaporkan konten atau akun yang ofensif.Â
Kamu akan mengetahui lebih banyak akun atau postingan yang telah dilaporkan.Â
"Anda juga akan diberitahu ,saat kami telah menerima laporan Anda dan menginformasikan kembali jika ada tindakan lebih lanjut yang dilakukan dari laporan tersebut," tulis Ed Ho. (asp)