Setahun Anies Baswedan, Antara Janji dan Realita
- VIVA.co.id / Fajar GM
![]()
Anies lantas meluncurkan program rumah dengan Down Payment (DP) atau uang muka nol Rupiah. Program bernama Solusi Rumah Warga atau Samawa itu dirilis di Klapa Village, Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Jumat, 12 Oktober 2018.
Terdapat dua tipe hunian tersebut, yaitu tipe 21 dan 36. Pada tahap awal akan dibangun satu tower yang terdiri atas 780 unit. Unit pertama ini ditargetkan selesai pada Juni 2019. Harga jual hunian itu dari tiap rumah tipe 21 sebesar Rp184,8 juta sampai Rp213,4 juta.
Di bidang transportasi, Anies mengembangkan program One Karcis One Trip atau Ok Otrip. Dia meluncurkan pengembangan program integrasi transportasi di Ibu Kota itu, Senin, 8 Oktober 2018. Nama Ok Otrip diganti menjadi Jak Lingko.
Nama Jak Lingko memiliki makna, Jak berarti Jakarta dan Lingko berarti jejaring atau pengintegrasian. Dengan nama tersebut, sistem transportasi massal itu diharapkan dapat mencerminkan makna jejaring atau terintegrasi.
![]()
Bukan hanya itu program yang dijalankan. Lewat akun Instagram @dkijakarta, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melansir sejumlah capaian dan realisasi kinerja selama setahun. Mereka mengklaim ada 31 pencapaian. Di antaranya, meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), pemberian Kartu Jakarta Pintar (KJP) plus, pelaksanaan Ok Oce di 44 kecamatan dengan total peminat mencapai 53.798 wiraswasta. (Baca: Setahun Anies Pimpin Jakarta, Pemprov DKI Klaim 31 Pencapaian)
Beberapa janji yang terealisasi direspons positif warga Jakarta. Ibnu Taufik, warga Condet, Kramatjati, Jakarta Timur, misalnya. “Boleh lah beberapa janji politik dia banyak terpenuhi. Misalnya publik tahu lah, penutupan Alexis, reklamasi,” ujarnya kepada VIVA, Selasa, 16 Oktober 2018.
Namun, karyawan swasta ini mengkritik soal pelayanan publik. Menurut dia, pelayanan publik menurun dibandingkan saat zaman Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Saat itu, kantor kelurahan dan kecamatan buka pada Sabtu. “Sekarang enggak ada yang buka. Karena apa, karena kurang kontrol pelayanannya,” ujarnya.
Dia berharap Anies mau turun ke bawah, seperti ke kecamatan dan kelurahan untuk mengawasi langsung aparatnya. Dengan diawasi langsung, petugas tersebut akan semangat bekerja. “Dulu era Ahok camat sering turun ke warga, sekarang udah malas ke warga,” kata Ibnu.