Setahun Anies Baswedan, Antara Janji dan Realita

Balai Kota DKI Jakarta.
Sumber :
  • VIVA.co.id / Fajar GM

Kritik Program

img_title Pemprov DKI Jakarta Bakal Beri Kartu Transportasi Gratis bagi Pencari Kerja Mulai 2027

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kritik lainnya datang dari Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi DKI Jakarta. Mereka menilai sejumlah program unggulan yang digadang-gadang Anies dan Sandi di awal kepemimpinannya di Jakarta belum terpenuhi. “Bahkan ada yang tak tepat sasaran atau dapat dikatakan asal sekadar jalan," kata Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, saat konferensi pers di Jakarta, Senin, 15 Oktober 2018.

img_title Kejutan Survei! KDM Salip Anies di Bursa Capres, Elektabilitas Gibran Pepet AHY

Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI konferensi pers kinerja setahun Gubernur DKI

Awalnya, program Ok Oce dijanjikan untuk melahirkan 200 ribu pengusaha baru, dengan 44 pos pengembangan kewirausahaan di setiap kecamatan selama 5 tahun. Dengan program itu, menurut Rio, akan ada 40 ribu pengusaha baru yang sudah menjalankan usahanya setiap tahun. Namun untuk menjadi pelaku UMKM, salah satu syaratnya mengantongi Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK). Izin dikeluarkan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM-PTSP) DKI.

img_title Arti Kata 'Josjis' yang Dipakai Anies Baswedan ke Ganjar Pranowo, Ternyata Ini Maknanya

Dari data website resmi Ok Oce, calon pengusaha baru yang sudah terdaftar sebanyak 54.564 orang dari target 40 ribu. Sebagian dari jumlah itu belum bisa menjalankan usahanya karena belum mengantongi izin usaha.

Januari sampai awal Oktober 2018 baru ada 1.811 IUMK milik pengusaha mikro dan kecil yang tergabung dalam Ok Oce. "Artinya, dalam setahun kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan, baru berhasil mencetak pengusaha baru sekitar 3,31 persen, terlampau jauh dari sasaran awal," ujar Rio.

Fraksi PDI Perjuangan juga menyoroti soal program rumah DP nol Rupiah. Program itu dinilai bukan program untuk orang miskin. Program tersebut untuk warga DKI Jakarta yang berpenghasilan Rp4 juta sampai dengan Rp7 juta per bulan. Dengan skema cicilan per bulan minimal Rp2 juta.

Cicilan itu belum termasuk pembayaran listrik dan air bersih, serta iuran pengelolaan lingkungan. “Pertanyaannya, keberpihakan terhadap rakyat miskin yang tidak mampunya ada di mana?" kata Rio.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Rusun DP nol rupiah.

Masalah berbeda disoroti Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta. Lembaga itu mengkritik soal pelanggaran HAM terkait kasus-kasus penggusuran paksa di Jakarta, selama 2017 sampai 2018.
Pengacara publik Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Charlie Al Bajili mengatakan, meski penggusuran mengalami penurunan dari tahun sebelumnya namun pelanggaran HAM terkait kasus penggusuran masih terjadi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut