Jatuh Bangun Esemka
Kepastian Esemka jatuh ke tangan mantan Kepala Badan Intelijen Negara itu diperkuat oleh pernyataan PT Garansindo, yang sebelumnya berusaha mengakuisisi Esemka.
"Pak Hendro sudah mengatakan bahwa Esemka milik mereka, dan hal itu dibenarkan Esemka. Pak Hendro punya misi yang cukup tinggi, sehingga saya lebih baik mencari yang lain," kata Chief Executive Officer PT Garansindo Inter Global, Muhammad Al Abdullah.
Jalur Produksi
Setahun setelah hadirnya ACEH, tahapan demi tahapan untuk menciptakan mobil buatan Indonesia bergulir, tanpa banyak media yang meliput. Perusahaan tersebut diketahui memiliki dua wilayah pabrik, yakni Boyolali, Jawa Tengah; dan Cileungsi, Bogor. Esemka juga tercatat sudah mengantongi izin produksi sejak 2016.
"Pabrik perakitan Esemka menggunakan lahan seluas 12 hektare. Secara teknis, tanah tersebut separuhnya merupakan sewaan dan separuhnya lagi milik ACEH. Nilai investasinya mencapai Rp2,1 triliun," kata Bupati Boyolali, Seno Samudro kepada VIVA beberapa waktu lalu.
Rakyat Indonesia pun bersiap menyambut mobil tersebut. Pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show 2016 disebut-sebut sebagai tempat prosesi peluncurannya. Namun hingga pameran selesai digelar, tidak tampak kehadiran Esemka.
![]()
Dua tahun bergulir, kepastian mengenai produksi Esemka belum juga didapatkan. Hingga, akhirnya muncul informasi dari Kementerian Perhubungan dan Kementerian Perindustrian.
Kepala Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor Kementerian Perhubungan, Caroline Noorida Aryani mengatakan, ada delapan jenis mobil Esemka yang sudah melewati tahap pengujian.
Mobil-mobil itu adalah Garuda I 2.0 4x4 MT; Bima 1.3L 4x2 MT; Bima 1.0 4x2 MT; Bima 1.8D 4x2 MT; Bima 1.3 4x2 MT; Niaga 1.0 4x2 MT; Borneo 2.7D 4x2 MT; Digdaya 2.0 4x2 MT.
Tapi berdasarkan data Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas), TPT produksi yang diterbitkan Kemenperin untuk Esemka hanya enam tipe, yaitu pikap Bima empat varian, pikap kabin ganda Digdaya dan Minivan Borneo. Artinya, Garuda dan Niaga belum masuk dalam daftar yang siap dibuat secara masaal.
![]()
Meski sudah siap produksi, namun hingga kini Esemka belum terdaftar sebagai anggota dari Asosiasi Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo.