Untuk Jadi Cantik, Perlukah Suntik?

Ilustrasi wanita suntik putih.
Sumber :
  • http://www.vestyles.com

Padahal, kata dia, cantik itu tak harus berkulit putih. Terpenting, memiliki warna kulit dasar yang terlihat bersih. Kendati demikian, tak semua orang sepakat dengannya, sehingga suntik putih tetap menjadi solusi untuk terlihat 'cantik' dalam waktu singkat.

img_title Inilah Negara yang Dianggap Memiliki Perempuan Paling Cantik di Dunia

Apa itu suntik putih?

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

img_title Riasan Alyssa Daguise Curi Perhatian Jelang Pernikahan dengan Al Ghazali

Soal suntik putih, Dalillah mengatakan bahwa ada beberapa jenis berdasarkan larutan yang digunakan. Ada yang isinya vitamin C atau bahan antioksidan seperti gluthatione atau kolagen hingga kombinasi dari beberapa protein atau bahan lain seperti plasenta dan vitamin E.

"Itu kombinasinya bisa dengan berbagai macam dosis yang biasa kita temukan. Misalnya, 1 atau 2 gram vitamin C dicampur dengan gluthatione sekian persen," ujar dia.

img_title Cerita Wanita 38 Tahun, Diet Ekstrem Hingga Suntik Putih Akhirnya Kena Autoimun

Delilah menjelaskan bahwa suntik putih dengan isi larutan vitamin C tidak benar-benar membuat warna kulit menjadi sangat putih. Melainkan hanya semu merah. Itu karena vitamin C sifatnya hanya memutihkan tidak mengubah pigmen alias hanya membantu dalam pemulihan kondisi akibat kulit terpapar polusi atau sinar matahari.

Sementara itu, suntik putih jenis lainnya, dengan kombinasi protein akan bekerja hingga ke kromosom kulit, sehingga pigmentasi yang dihasilkan tidak banyak, bahkan tidak keluar sama sekali. Hasilnyapun akan lebih maksimal, jika dibandingkan suntik vitamin C.

Seia sekata dengannya, ahli estetika, dr Venny Wijaya mengatakan bahwa suntik putih sebenarnya tidak akan bisa memutihkan melebihi warna kulit terputih pasien. Maksimal putih yang didapat sebatas kulit yang tidak terpapar sinar matahari, seperti kulit di perut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dan, saat melakukan prosedur ini, larutan vitamin C atau kombinasi dengan protein atau bahan lain disuntikkan ke dalam pembuluh darah (intravena). Sebelum suntik, biasanya akan dilakukan pengecekan kulit atau skin test terhadap larutan yang mengandung protein tertentu untuk mengetahui apakah pasien alergi atau tidak. Setelah penyuntikan, hasilnya akan dipantau.

Soal frekuensi suntik bisa dilakukan tiap hari, dua atau sekali dalam sepekan tergantung tipe kulit, seberapa sering pasien terpapar radikal bebas, pemakaian make-up dan gaya hidup. Semakin gelap kulit dan sering terpapar radikal bebas, maka frekuensinya akan semakin banyak. Namun, jika dalam jangka waktu enam bulan misalnya, hasil yang diinginkan sudah tercapai, frekuensi suntik putih bisa dikurangi menjadi sekali dalam sebulan, dua bulan atau tiga bulan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut