Lagi Tren, Belajar Via Online
- Pixabay/ StarupStockPhotos
Kursus bahasa di Duolingo juga banyak pilihannya, mulai dari kursus bahasa Inggris, China, Prancis, dan hampir seluruh bahasa disediakan di aplikasi ini. Namun, jika di Ruangguru, pengguna harus membayar biaya berlangganan, di sini, Anda bisa belajar gratis tanpa batasan.
Selain Ruangguru dan Duolingo, masih banyak lagi aplikasi belajar via online yang bisa diunduh. Mulai dari belajar Iqro hingga latihan soal dan bahkan belajar bagaimana meningkatkan kreativitas.
Peran Guru Tetap Penting
Meski memiliki banyak manfaat, bukan berarti adanya fasilitas belajar via online bisa menggantikan peran guru. Jangan salah sangka, aplikasi belajar ini hanya sebagai bantuan dan pelengkap untuk anak yang ingin belajar dengan metode berbeda.
Pendidik juga pendiri Sekolah Cikal Najeela Shihab mengatakan, meski kekuatan teknologi sangat membantu dalam proses pendidikan, teknologi tidak akan bisa menggantikan peran guru dan interaksi yang terjadi.
"Tapi jelas bahwa teknologi itu sangat membantu untuk menjalankan beberapa bagian dari proses belajar. Salah satunya konten, materi-materi pembelajaran bisa dibuat lebih menarik dengan menggunakan teknologi," katanya pada VIVA.
![]()
Tak hanya itu manfaat teknologi. Jika membeli buku bisa menghabiskan lebih banyak uang, dengan adanya teknologi aplikasi belajar semua informasi yang ada bisa langsung disimpan dalam flashdisc.
"Itu jauh lebih murah distribusinya. Teknologi jelas ada gunanya," tuturnya.
Adanya aplikasi belajar via online memang memudahkan pengguna jauh lebih mandiri menemukan materi belajar sesuai dengan minatnya, tingkat kemampuannya.
Namun tetap, yang namanya proses pendidikan itu menurut Najeela sangat kompleks. Bukan sekadar hafal materi pelajaran, atau bisa menggunakan rumus. Namun, dalam dunia pendidikan perlu pula pendidikan karakter untuk anak.
"Kita ingin pendidikan karakter, kita ingin anak-anak bisa paham konteks pelajaran dan kebudayaan, kita ingin memecahkan masalah langsung di lapangan, kan itu sebenarnya pendidikan yang utuh. Enggak semuanya bisa pakai aplikasi," kata dia.
Wanita yang akrab disapa Ela ini pun merasa khawatir, saat seseorang memberikan harapan berlebihan pada teknologi dan aplikasi. "Seolah-olah semua masalah pendidikan Indonesia dan semua anak-anak Indonesia bisa jadi pintar cuma dengan pakai aplikasi dan teknologi," kata dia.